Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Tidak Ada Wacana Pemutusan Hubungan Diplomatik
10 Oktober 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sampai saat ini tidak ada wacana pemutusan hubungan diplomatik Indonesia-Belanda terkait pernyataan Menteri Kehakiman dan HAM, Yusril Ihza Mahendra. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Penerangan KBRI Denhaag, Dienne Moehario, saat dihubungi melalui sambungan internasional, Kamis (9/10).

Namun Dienne mengakui, Kementerian Luar Negeri Belanda memanggil Duta Besar Indonesia di sana, Muh. Yusuf, untuk memberikan penjelasan tentang pernyataan Yusril. Pemanggilan dilakukan Kamis (9/10) pukul 14.30 waktu setempat. Karena Yusuf sedang di Indonesia, maka diwakilkan kepada Nunik Turniyati Joko. Dia wakil Wakil Kepala KBRI.

Masalah ini bermula dari pernyataan Yusril saat diwawancarai TV NOS Belanda, 7 Oktober lalu. Dalam tayangan wawancara itu, Yusril menyampaikan ketidaksukaannya pada mereka. Konteks pernyataan ini dihubungkan dengan Westerling yang pernah melakukan pemberontakan serta penganiayaan di Indonesia. Pernyataan itu memancing reaksi. Salah seorang anggota parlemen Belanda menyatakan kekesalannya dan balik menilai Indonesia sebagai pelanggar HAM.

"Saya pikir itu hanya masalah mistranslation (kesalahan penerjemahan). Ada salah kutip dalam penerjemahan," kata Dienne. Karena itu, pemanggilan terhadap KBRI juga hanya untuk klarifikasi. "Sama sekali tidak ada wacana tentang pemutusan hubungan diplomatik Indonesia-Belanda," tambahnya.

Wakil Ketua Komisi Pertahanan, Amris Hasan, saat dihubungi terpisah, menilai sikap dari anggota Parlemen Belanda itu sebagai sikap individu. "Kalau ini sudah menjadi sikap parlemen, parlemen kita juga akan sama kerasnya," kata Hasan.

Dhian N. Utami dan Yandi M.R. - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data