|
Nasional
NU dan Muhammadiyah Akan Gelar Konferensi Ulama Se-Asia Tenggara
09 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Konferensi Ulama Se-Asia Tenggara dengan tema Strategi Dakwah Menuju Ummatan Wasaton dalam Menghadapi Radikalisme akan digelar atas kerja sama Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Muhammadiyah dengan Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama. Hal ini disampaikan Ketua Pelaksana Tarmizi Taher, di Jakarta, Kamis (9/10).
Konferensi yang akan dilaksanakan 13- 15 Oktober 2003, itu bertujuan untuk menyiasati maraknya radikalisme akhir-akhir ini, selain membentuk opini masyarakat melalui gerakan dakwah sebagai penyelesaian masalah dan bukan dengan cara politik yang justru akan menimbulkan kebencian dalam masyarakat.
Diharapkan, ada persamaan persepsi di antara ulama-ulama di Asia Tenggara bahwa dakwah bisa menjadi cara penyelesaian masalah. "Diharapkan, dengan dakwah akan muncul citra Islam yang ramah, moderat, dan santun," katanya. Untuk itu, semua negara anggota ASEAN diundang. Bahkan, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Kamboja sudah memastikan hadir. Turut pula akan diundang, Duta Besar Inggris dan Kuwait, serta pimpinan-pimpinan pondok pesantren yang telah mempunyai santri lebih dari 5 ribu orang.
Rencananya, konferensi yang akan hadir tokoh-tokoh masyarakat, seperti Azyumardi Azra, Alwi Shihab, Ketua PBNU, Hasyim Muzadi, dan Ketua PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Ma'arif, itu akan menggunakan bahasa melayu. "Bahasa Melayu adalah bahasa dakwah di Asia Tengara," kata Tarmizi.
Dhian Nurrahmawaty Utami - Tempo News Room
|