|
Nasional
Tiga Polisi Sumbawa Menjadi Tersangka
26 September 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Tiga orang polisi di jajaran Polres Sumbawa menjadi tersangka kasus tewasnya seorang mahasiswa yang kemudian menyulut insiden bentrokan dengan polisi, Kamis (25/9) kemarin. Ketiganya adalah Brigadir Polisi Dua (Bripda) Sudarli, Bripda Novan, dan Bripda Amri.
Sumber Tempo News Room di Mabes Polri mengatakan ketiganya telah melakukan penganiayaan di ruang Samapta Polres Sumbawa dan kini telah ditahan di Markas Polres.
Penetapan ketiganya menjadi tersangka pada hari ini setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap belasan orang menyusul insiden tersebut. Dari kepolisian diperiksa 15 orang anggota Polres Sumbawa, dua orang tahanan Polres, dan empat orang karyawan RSUD Sumbawa.
Di Jakarta, Juru Bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Pol Ahmad Basyir Barmawi mengatakan pemeriksaan terhadap ketiganya dilakukan untuk mengungkap lebih jauh penyebab tewasnya mahasiswa yang kemudian menyulut bentrokan dan menewaskan satu orang itu.
"Kita juga belum tahu apa yang menyebabkan meninggalnya korban, apa karena jatuh atau bagaimana," kata Barmawi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/9).
Basyir menambahkan, kejadian itu terjadi akibat kurang sensitifnya petugas dalam menyikapi sebuah permasalahan. Itulah sebabnya, buntut dari bentrokan itu orang nomor satu dan nomor dua di Polres Sumbawa dicopot.
Seperti diketahui, tak lama setelah insiden terjadi, Kapolres Sumbawa Ajun Komisaris Besar Polisi Bambang Suharno dan Wakil Kapolres Komisaris Polisi Taufik Putra Jaya langsung dicopot. Suharno digantikan oleh Komisaris Besar (Pol) Syafdinan yang sebelumnya Kepala Biro Operasi Polda NTB, sedangkan Taufik digantikan oleh Komisaris Polisi Irianto.
Kepala Polisi Jenderal Polisi Da'i Bachtiar mengatakan pencopotan itu adalah bentuk pertanggungjawaban pimpinan atas tindakan anak buahnya. "Kapolda melaporkan kepada saya, Kapolres dan Wakapolres itu pengawasannya kurang, karena itu dianggap gagal memimpin Polres," kata dia usai sholat Jumat di Mabes Polri.
Seperti diberitakan, bentrokan di Sumbawa Besar dipicu meninggalnya Mustakim, 22 tahun, mahasiswa semester pertama Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Samawa. Awalnya, Mustakim adalah korban kecelakaan yang kemudian dilarikan ke rumah sakit. Namun, karena menimbulkan kegaduhan, pihak rumah sakit pun menyerahkannya ke polisi. Lalu ia tewas tanpa sebab yang jelas.
Tewasnya Mustakim menyulut kemarahan mahasiswa yang kemudian menggelar demonstrasi. Demonstrasi ini kemudian berujung bentrokan dengan polisi yang mengakibatkan satu orang tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka. Rumah Kapolres Sumbawa, sebuah pos polisi, dan tiga mobil juga dirusak oleh massa.
Deddy Sinaga - Tempo News Room
|