Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Hujan Buatan di Jabar dan Jateng Mulai 1 Oktober
24 September 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kesra Jusuf Kalla mengatakan hujan buatan akan dimulai di beberapa tempat di Jawa Barat dan Jawa Tengah pada 1 Oktober mendatang.

“Program ini dilakukan karena awan sudah tampak, sehingga memungkinkan dilakukannya hujan buatan,” kata Kalla, usai rapat koordinasi Kesra di kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Jakarta, Rabu (24/9).

Kalla menyebutkan, hujan buatan di Jawa Barat akan dilaksanakan khususnya di Sungai Citarum dan di Jawa Tengah di sekitar Bengawan Solo. “Untuk mengisi bendung-bendung di sana supaya tidak terjadi kemerosotan air di Jatiluhur sehingga pada musim tanam berikutnya sudah dapat direhabilitasi,” ujarnya.

Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), tambah Kalla, saat sekarang ini belum musim hujan meskipun sudah ada hujan. “Jadi rupanya ada perbedaan antara hujan dengan musim hujan. Ada hujan sekali-sekali dan ada musim hujan,” katanya.

Itu artinya, lanjut Kalla, tetap ada resiko kemungkinan lanjutan kekeringan di Jawa dan NTB pada bulan Oktober. “Itu bisa memberikan dampak negatif. Untuk itu program hujan buatan jalan terus,” katanya.

“Program hujan buatan yang dilaksanakan 1 Oktober itu akan berlangsung selama satu bulan dengan dana Rp 1,6 miliar,” kata Kalla. Pelaksanaannya, lanjutnya, akan berlangsung secara bersamaan di seluruh wilayah yang sudah direncanakan. “Karena pesawat yang ada cukup memadai sehingga akan dilaksanakan secara bersamaan,” katanya.

Menurut Kalla, program hujan buatan tersebut baru sekarang dilaksanakan dan tidak dari dulu karena program hujan buatan itu tidak bisa dilaksanakan jika tidak ada awan. “Program ini sebenarnya untuk mempercepat musim hujan. Kalau musim kering sekali juga tidak bisa dilaksanakan karena ada syarat-syarat tertentu. Harus ada awan yang ditembak,” ujarnya.

Putri Alfarini - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Hujan Buatan Belum Tentu Guyur Jakarta
Hujan Buatan, Jakarta Butuh 40-50 Ton Garam
Pemerintah Akan Membuat Hujan Buatan untuk Atasi Kekeringan

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data