Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Di Jakarta dan Makassar, Polisi Bentrok Dengan Demonstran
21 Mei 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Demonstrasi peringatan reformasi di Jakarta diwarnai bentrokan dengan aparat polisi. Bentrokan terjadi di depan gedung MPR/DPR Rabu malam (21/5) sekitar pukul 18.55.

Bentrokan antara aparat dengan para demonstran terjadi setelah disulut dengan peristiwa pembakaran bambu dan bendera di tengah jalan yang dilakukan para mahasiswa. Para demonstran ini adalah gabungan sejumlah kelompok mahasiswa dan masyarakat dari Bandung dan Jakarta. Aksi ini kemudian dilawan aparat polisi dengan cara menghalau demonstran dengan cara menyemprotkan Water Canon.

Sampai saat ini, para demonstran masih mempertahankan diri di depan gedung DPR/MPR dan sebagian telah meninggalkan lokasi. Beberapa aparat berhasil menangkap sejumlah demonstran yang berusaha lari. Aksi bentrokan tersebut sempat berlangsung selama 20 menit.

Di Makassar, Ujung Pandang, ratusan demonstran juga terlibat bentrok dengan aparat kepolisian di halaman gedung DPRD Sulawesi Selatan, Rabu siang (21/5). Dalam insiden tersebut, belasan mahasiswa menderita luka-luka dan cidera.

Bentrokan terjadi saat mahasiswa berusaha menerobos barikade aparat kepolisian di depan pintu utama gedung DPRD. Semula hanya terjadi aksi saling dorong antara
pengunjuk rasa dengan aparat. Tetapi, sekitar pukul 13.00 waktu setempat, aksi saling dorong berubah menjadi aksi saling serang.

Akibat bentrokan ini, jalan Urip Sumoharjo macet total. Selain belasan demonstran menderita luka-luka, polisi juga menahan lima orang pengunjuk rasa. Mereka yang ditangkap adalah Rafiuddin (mahasiswa Universitas Muslim Indonesia), Musafir Yasin (FNBI), dan Fidel (LMND). Selain itu ada dua orang yang dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka di bagian kepalanya.

Atas insiden tersebut, Taufik Amrullah, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sulawesi Selatan, mengutuk keras tindakan keras yang dilakukan oleh aparat polisi. "Mereka (aparat) telah bertindak berlebihan” kata Taufik. Tetapi tuduhan itu dibantah Kepala Kepolisian Resort Kota (Polresta) Makassar Timur, AKBP. Eko Suprianto. “Bentrokan terjadi karena anak buah saya diserang” kata Eko.

(Zulhayani, Muannas – TNR)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data