|
Nasional
Megawati Sudah Tandatangani Keppres Soal Terorisme
23 Oktober 2002
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebelum meninggalkan tanah air untuk menghadiri KTT APEC ke-10 di Meksiko, Presiden Megawati telah menandatangani keputusan presiden (Keppres) tentang penanganan terorisme, Selasa (22/10) malam. “Sudah. Saya diberitahu Mensesneg bahwa Ibu (Presiden) telah menandatanganinya tadi malam,” kata Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono kepada para wartawan usai mengantar Presiden Megawati di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (23/10) dinihari.
Namun, Yudhoyono mengaku belum melihat secara langsung Keppres tersebut sehingga belum bisa menyampaikan pokok-pokok isinya. “Kemungkinan besar, besok baru saya ketahui dan saya umumkan,” katanya lebih lanjut. Yudhoyono juga tidak bisa memastikan berapa jumlah Keppres yang ditantangani presiden. “Mungkin saja dua,” katanya saat didesak lagi.
Kabar yang berkembang belakangan ini, Presiden akan mengeluarkan dua Keppres dalam waktu dekat ini. Keppres tersebut berisi penunjukan Menko Polkam sebagai koordinator yang mempunyai wewenang khusus untuk memerangi terorisme di Indonesia. Sedangkan Keppres lainnya berisi konsolidasi di bidang intelijen.
Sesaat setelah pesawat yang dinaiki presiden lepas landas sekitar pukul 22.50 WIB, Menko Polkam, Kapolri, dan Panglima TNI langsung mengadakan pertemuan di ruang tunggu VIP bandara. Lebih dari setengah jam mereka berbincang-bincang di dalam yang diduga membahas kondisi terakhir di Indonesia pasca pengeboman Bali.
Sebelumnya, di tempat yang sama, KSAD TNI Jenderal Ryamizard Ryacudu kepada wartawan mengatakan bahwa kerjasama intelijen di Indonesia seharusnya dikoordinasikan. “BIN seharusnya mengkoordinir intelijen di Indonesia. Pasalnya, arahnya ke depan, selain mendapatkan informasi dari luar juga mempunyai informasi lebih kuat di dalam negeri," katanya.
KSAD juga menegaskan bahwa pemerintah harus hati-hati dalam arti bertindak secara profesional dan proporsional. “Makanya, kalau orang nggak jelas itu jangan asal ngomong. Intel kita jalan semua,” ujarnya.
Ryamizard juga menambahkan, pihaknya kini telah mulai melakukan antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. “Di mana-mana sekarang isinya polisi dan tentara, termasuk di lapangan terbang juga begitu. Telepon telepon gelap juga kita waspadai,” katanya. (D.A. Chandraningrum-Tempo News Room)
|