Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Sudah 51 TKI Meninggal di Nunukan
31 Agustus 2002

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sampai pagi ini, Sabtu (31/8), sudah 51 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan anggota keluarganya meninggal dunia di kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Mereka semua meninggal dunia dalam rentang waktu antara tanggal 20 Juli sampai pagi ini.
“Saat ini, sekitar 75 persen TKI di Nunukan juga terjangkit berbagai penyakit,” kata salah seorang relawan Jaringan Relawan Kemanusiaan untuk Nunukan, Najib Abu Yazer, melalui sambungan telepon. Beberapa jenis penyakit yang kebanyakan diderita TKI yang ada di Nunukan adalah infeksi saluran pernafasan akut, diare, malaria, dan disentri.

Menurut Najib, saat ini kabupaten Nunukan menampung sekitar 25 ribu TKI dan keluarganya yang diusir dari Malaysia. Oleh karena minimnya daya tampung tempat penampungan, sebagian besar dari mereka terpaksa harus tidur di lapangan, pasar, trotoar dan gudang-gudang kosong tanpa sanitasi yang memadai. “Tidak ada air bersih dan tempat MCK (mandi, cuci, kakus),” ungkap Najib.

Selama di Nunukan, sebagian biaya hidup para TKI ditanggung oleh perusahaan penyalur jasa TKI. Namun jumlahnya sangat tidak memadai, karena biaya itu hanya diberikan untuk para TKI, tidak termasuk keluarganya. Rata-rata mereka mendapat Rp 7.000 per hari, sudah termasuk tempat tinggal. “Untuk anak dan istri, mereka harus keluar biaya sendiri,” jelasnya.

Najib menyayangkan pemerintah, termasuk pemerintah daerah Nunukan, hingga saat ini tidak banyak melakukan tindakan untuk menangani arus TKI yang masuk ke Indonesia dan mereka yang berada di tempat-tempat penampungan. “Beberapa kali pejabat datang cuma lihat beberapa menit, terus pergi lagi,” kata Najib. Beberapa pejabat yang telah mengunjungi tempat penampungan Nunukan antara lain Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Yacob Nuwa Wea dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Satuan Tugas Penanganan TKI di Nunukan Kasmir Koret menyanggah data yang diberikan oleh Najib. Menurut Kasmir saat dihibungi lewat telepon, dari data resmi yang masuk ke timnya, jumlah TKI yang meninggal hanya 27 orang. Dia juga menyangkal pernyataan pemerintah tidak cukup serius menangani TKI. “Kami sudah berusaha maksimal, siap 24 jam, cuma jumlah TKI-nya terlalu banyak,” kata Wakil Bupati Nunukan ini.

Sampai saat ini dana untuk penanganan TKI di Nunukan jumlahnya sebesar Rp 750 juta. Dana itu berasal dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah. “Tapi itu sudah terpakai sekitar Rp 300 juta,” ujar Kasmir.

Untuk mengatasi masalah ini, menurut Kasmir, mulai 1 September satuan tugas yang dipimpinnya telah menghentikan pengiriman TKI yang telah mengurus paspornya kembali ke Malaysia, menunggu kejelasan perjanjian kerja dengan pihak perusahaan. “Bagi yang mau pulang kampung juga akan kami bantu,” ujarnya.

Selain masalah kesehatan, hal lain yang mengkhawatirkan Najib adalah kemungkinan pecah konflik terbuka antara beberapa kelompok TKI. Sebelumnya, beberapa kali sempat muncul ketegangan antar beberapa kelompok karena rebutan makanan. Apalagi hingga saat ini arus TKI masuk dari Malaysia masih terus berlangsung. (Sapto Pradityo-Tempo News Room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data