Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Demonstran Robohkan Barikade

Polisi Gunakan Gas Air Mata
09 Oktober 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta: Para demonstran di depan Kedutaan Amerika Serikat merobohkan barikade kawat berduri dan aparat keamanan menembakkan gas air mata serta meriam air. Mereka saat ini bergerak menuju Istana Presiden.

Para demonstran tersebut, sebagian dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) , berusaha menembus barikade polisi, yang menjaga kedutaan Amerika Serikat, dan merobohkan kawat berduri.

Usaha ini disambut dengan meriam air dan dua tembakan gas air mata. Polisi juga menembakkan peluru hampa, setidaknya 20 kali. Para pengunjuk rasa, Kammi, akhirnya membubarkan diri dan berjalan menuju ke Istana Negara.

Saat ini, demonstrasi demonstrasi menuju ke Jalan Medan Merdeka Utara menuju Istana Presiden melakukan aksi. Terlihat para polisi semakin represif dan merapatkan barisan untuk membubarkan demonstran. Sambil meneriakkan yel-yel dan nyanyian demonstran KAMMI meninggalkan halaman depan Kedubes AS.

Para demonstran KAMMI, jumlahnya setidaknya 2.000 orang, datang pada siang hari. Di tempat yang sama, sebelumnya, sudah berkumpul ratusan massa anggota Front Pembela Islam (FPI).

FPI juga sempat melakukan dorong-dorongan dengan pihak kepolisian. FPI mundur tapi masih berada di sekitar depan gedung Kedutaan AS. Mereka menyatakan menunggu rekan-rekan mereka yang berangkat dari Lampung dan Surabaya.

Dalam bentrokan tersebut, dua orang anggota Kammi terluka memar di bagian punggung. Rekan-rekan mereka memperkirakan mereka terkena peluru karet, meskipun pihak keamanan menyatakan hanya menggunakan peluru kosong.

Sedang menurut Dan Sat Brimob Polda Metro, Kombes Pol Beno Kilapang, mengatakan seorang anggotanya keamanan, Bharada Syahrial, terkena lemparan batu bagian kepala sehingga harus dibawa RS Polri Kramat Jati.

Beno menyayangkan para demonstran yang anarkis. Ia mengatakan akan melakukan tindakan lebih ketat lagi. “Sebenarnya kita sudah memberikan batas kepada mereka – demonstran – untuk menyalurkan aspirasinya,” katanya. (fathur-tempo news room)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Rachmawati: "Mega Terlalu Bela AS"
Wartawan Nasional Dikarantina di Satu Ruangan
Demo Anti Bush di Bandung
100 Tokoh Tolak Bush
Menko Polkam Minta Perdebatan Penolakan Bush Dihentikan

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data