Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Buntut Protes Harga BBM:

Mahasiswa UKI Bentrok dengan Polisi
18 Juni 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ratusan Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang melakukan aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), di depan kampusnya di Cawang, Jakarta Timur, Senin (18/6) bentrok dengan aparat kepolisian. Bentrokan itu terjadi sekitar pukul 15.00 wib. Mahasiswa melemparkan batu ke arah aparat keamanan yang berjumlah dua satuan setingkat kompi (SSK) dengan peralatan peluru karet dan air mata. Aparat kemudian membalas lemparan itu. Aksi saling lempar itu terjadi selama 10 menit.

Memang, sejak pukul 12.30, Senin (18/6) para mahasiswa itu melakukan aksi dengan menutup jalur lambat di depan kampus. Pihaknya menuntut agar pemerintahan Gus Dur mengambil harta Soeharto dan Orde Baru untuk mensubsidi rakyat yang terkena imbas kenaikan harga BBM.

Menurut pengakuan beberapa mahasiswa, ketika mereka melakukan aksi protes kenaikan BBM, tiba-tiba polisi menembakkan peluru karet dan gas air mata sehingga mereka masuk ke dalam kampus. Kejadian ini menimbulkan solidaritas mahasiswa yang tidak ikut aksi dan ikut memberikan balasan berupa lemparan batu kepada para petugas.

Kapolres Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Idrus Gasing ketika ditemui pers ditempat kejadian Senin sore mengatakan bahwa pihaknya hanya mementingkan mereka yang berorasi di jalan raya dan mengganggu ketertiban umum. Menurut dia, pihaknya telah memberitahu tapi mereka melempar batu sehingga aparat terpaksa menembakkan gas air mata dan peluru karet.

Untuk menghadapi aksi itu, pihaknya menurunkan dua kompi anggotanya dari Polres Jakarta Timur dibantu satu peleton dari Brimob Polda dan di-back up satu peleton Kodam Jaya (30 orang). Pada pukul 15.45, sekitar satu SSK dari perintis Polda Metro Jaya tiba di tempat kejadian dengan menggunakan kendaran sepeda motor trail.

Penuturan Kapolres Jakarta Timur itu dibantah pihak keluarga mahasiswa UKI. Menurut Ray, salah satu koordinator lapangan aksi itu, mereka hanya melakukan orasi tetapi tiba-tiba mereka diserbu aparat keamanan. “Tindakan represif telah dilakukan petugas terhadap kami. Perilaku mereka sama saja dengan rezim Soeharto,” ujar mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan UKI ini ketika ditemui Tempo dan Metro TV.

Pendapat yang sama diungkapkan oleh Mustar, mahasiswa Fakultas Ekonomi UKI yang menjadi humas Forum Kota dan UKI. Ia menegaskan, pihaknya hanya menggunakan jalur lambat dan tidak memacetkan arus lalu lintas. Dikatakannya tindakan represif kemanan telah terjadi di lima kampus yang melakukan aksi hari ini yaitu, IAIN Syarif Hidayatullah, Universitas Mputantular, Gunadarma, UKI salemba, dan UKI cawang. “Kami menuntut agar rekan kami yang ditangkap aparat kemanan dibebaskan. Kalau tidak dibebaskan, kami akan menyerbu Polda,” tandasnya.

Dikatakan, pada aksi lempar tersebut, lima mahasiwa mengalami luka-luka akibat peluru karet dan kini dirawat di Rumah Sakit UKI. Sorenya, ketika mahasiswa hendak mengakhiri aksi, tiba-tiba aparat keamanan yang berjaga-jaga di jembatan layang depan UKI menyerbu mereka. Para petugas kembali melemparkan gas air mata sehingga para pengunjuk rasa berhamburan masuk ke dalam kampus dan pagar pintu ditutup rapat untuk mencegah masuknya para petugas.

Selama seperempat jam, aparat kemanan melepaskan tembakan peluru karet dan gas air mata ke arah mahasiswa. Mahasiswa menyambutnya dengan lemparan batu. Batu yang dilemparkan ke arah petugas itu kadang-kadang mengenai bus-bus yang lewat di depan UKI. Kemudian batu itu digunakan kembali aparat keamanan untuk dilemparkan ke arah mahasiswa. Selang seperempat jam, setelah aksi saling lempar tersebut para polisi ditarik agak ke belakang. (istiqomahtul)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Unjuk Rasa Hari Tani Diwarnai Bentrok
Mahasiswa UKI Bentrok dengan Polisi
Mahasiswa IAIN Kutuk Tindakan Aparat
Presiden Kecam Penanganan Unjuk Rasa di Pasuruan
Bentrok Mahasiswa-Aparat Warnai Kunjungan Megawati di Bandung

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data