|
Buntut Bentrokan dengan Aparat:
Mahasiswa IAIN Kutuk Tindakan Aparat
18 Juni 2001
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mahasiswa IAIN Syarif Hidayatullah mengutuk keras tindakan aparat kepolisian atas penyerangan yang dilakukan ke dalam kampus dan Masjid Fathullah. Demikian pernyataan sikap yang disampaikan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Wildan, di halaman kampus IAIN, Jakarta, Senin (18/6).
Pernyataan sikap itu dikeluarkan setelah aksi demontrasi yang mereka lakukan bentrok dengan aparat keamanan. Bentrokan itu menelan korban enam mahasiswa dan satu bocah kecil luka terkena tembakan peluru karet, lima orang pingsan kena gas air mata dan empat orang luka kena pukulan dan lemparan batu.
Dalam konferensi pers itu, Wildan yang masih bertelanjang kaki didampingi lima orang temannya yang juga mukanya masih coreng moreng oleh masker penangkal gas air mata. Pihaknya memperlihatkan barang bukti tindakan aparat kepolisian yang melakukan penyerangan terhadap mahasiswa, berupa lima selonsong peluru hampa, 32 butir peluru karet, serta lima tabung gas air mata
Karena tindakan represif itu, mereka meminta kepada aparat Polri, dalam hal ini Kapolri, untuk bertanggung jawab atas jatuhnya korban dari pihak mahasiswa, serta menuntut kepada pemerintah untuk segera menurunkan harga BBM yang secara nyata memberatkan rakyat. Mereka juga menuntut kepada pihak kepolisian untuk membebaskan kawan-kawan mereka yang tertangkap, baik saaat unjuk rasa pada hari Sabtu (16/6) maupun hari ini, serta memulihkan nama baik mereka. Jika tuntutan yang satu ini tidak terpenuhi, mereka mengancam akan kembali melakukan aksi demontrasi.
Seperti diketahui, Sabtu (16/6) lalu, mahasiswa bersama masyarakat juga melakukan unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dalam aksi
yang diikuti oleh puluhan bajaj dan mikrolet tersebut, juga terjadi bentrokan. Ketika itu, empat mahasiswa ditangkap dan ditahan di Polda Metro Jaya dengan tuduhan provokator. (Siti Marwiyah)
|