Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden Kecam Penanganan Unjuk Rasa di Pasuruan
01 Juni 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Abdurrahman Wahid mengecam aksi kekerasan aparat keamanan terhadap para pengujuk rasa di Pasuruan. Menurut laporan yang diterimanya, campur tangan dari pihak kemamanan mengakibatkan sembilan orang tertembak, empat diantaranya harus dirawat di rumah sakit dan satu orang meninggal dunia.

“Kalau negara menembaki rakyatnya, itu artinya negara telah melakukan kejahatan, “ ungkapnya kepada Panitia Peringatan Hari Lahirnya Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Jum’at (1/6). Karena itu lanjut Wahid, ia tidak pernah menghalangi siapapun yang ingin bertemu dengannya.

Presiden Wahid mengatakan tidak pernah melanggar hak asasi para pengunjuk rasa yang ingin menyampaikan aspirasinya. “ Karena saya takut akan kejahatan itu bahkan orang yang katakanlah sudah membawa klewang saya biarkan masuk ke kantor saya. Dan saya terima mereka di ruang kerja,“ paparnya. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama ini, juga menekankan bahwa aparat keamanan tidak boleh melakukan kekerasan terhadap orang-orang yang berdemonstrasi. “ Ini tidak boleh terjadi di negara kita,” tegasnya.

Seperti yang telah diberitakan, para pendukung Wahid berunjuk rasa di Pasuruan, Jawa Timur beberapa hari menjelang dan saat berlangsungnya sidang paripurna DPR pada 30 Mei. Para pengunjuk rasa menolak sidang istimewa MPR. Aksi tersebut mengakibatkan kerusuhan yang melumpuhkan kegiatan di kota tersebut. Aksi serupa yang juga mengakibatkan kerusuhan terjadi di beberapa kota di Jawa Timur dengan motif yang sama. (Dara Meutia Uning)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Unjuk Rasa Hari Tani Diwarnai Bentrok
Presiden Kecam Penanganan Unjuk Rasa di Pasuruan
Bentrok Mahasiswa-Aparat Warnai Kunjungan Megawati di Bandung
Satu Pengunjuk Rasa Tewas Tertembak
300 Massa Sempat Bentrok dengan Aparat di Pasuruan

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data