|
Bentrokan di Pasuruan:
Satu Pengunjuk Rasa Tewas Tertembak
30 Mei 2001
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seorang pengunjuk rasa di Pasuruan tewas akibat terjangan pelor polisi . Kapolres Pasuruan, Ajun Komisaris Drs. Wakin, mengakui jatuhnya satu korban jiwa dalam aksi yang terjadi di wilayahnya Rabu (30/5).
Wakin menuturkan polisi melakukan penembakan karena korban, Fatchan (27 tahun), dan massa berusaha menyerang anak buahnya dengan bondet (sejenis mercon bantingan), clurit dan tombak. Aparat lantas mencoba untuk meredam serangan massa dan mengimbau mereka supaya tidak menyerang aparat.
Imbauan ini bertepuk sebelah tangan. Massa terus merangsek sehingga polisi melepaskan tembakan yang mengakibatkan robohnya Fatchan. “Kalau tidak diambil tindakan tegas maka yang mati polisi,” kata Wakin. Warga Kecamatan Keraton, Pasuruan, ini roboh bersimbah darah di daerah Pertokoan Nusantara di Jalan Niaga sekitar pukul 13.0 WIB.
Mayat Fatchan saat ini berada di Rumah Sakit Umum Daerah Pasuruan. Seorang korban lainnya, Jalil (22 tahun), warga Gondang wetan hingga saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Upaya Tempo untuk meminta konfirmasi insiden penembakan dari warga gagal karena mereka melakukan aksi tutup mulut. Seorang wartawan televisi yang tengah melakukan liputan malah sempat diancam dengan dikalungi clurit oleh warga setempat. (Isra)
|