Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

300 Massa Sempat Bentrok dengan Aparat di Pasuruan
30 Mei 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar tiga ratus massa terlibat bentrokan dengan aparat keamanan di Pasuruan pada Rabu (30/5) tengah hari. Insiden ini terjadi di depan Markas Polsek Kraton Pasuruan yang melibatkan massa dengan anggota polisi dan pasukan zeni tempur TNI Angkatan Darat yang telah bersiaga sejak pagi.

Tanda-tanda pecahnya bentrokan mulai tercium ketika massa datang ke Polsek Kraton sejak pukul 11.00 WIB. Pemicu kedatangan mereka ini karena mendengar isu adanya penangkapan anggota banser oleh aparat kepolisian.

Mengetahui pergerakan massa ini aparat berusaha menghalau dengan memberikan tembakan peringatan. Setelah berusaha keras akhirnya aparat keamanan berhasil menghalau mereka dari Polsek Kraton dan menangkap beberapa pelaku aksi unjuk rasa yang selanjutnya dibawa ke Polres Pasuruan.

Insiden terakhir ini tak ayal merobek ketenangan yang mewarnai Pasuruan sejak pagi. Kendati begitu aparat kepolisian dan TNI tidak mengendorkan kesiagaan. Mereka berjaga-jaga di kantor-kantor pemerintahan, kawasan pertokoan dan gedung wakil rakyat. Bahkan sejumlah anggota Kostrad dari Markas Divisi II Singosari diterbangkan dengan tiga pesawat helikopter ke kawasan Raci, Pasuruan, untuk membantu pengamanan.

Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Pasuruan, K.H. Mashudi Nawawi, menjelaskan saat ini tidak ada skenario unjuk rasa. Kalangan koordinator lapangan demo sepakat dengan keputusan itu. "Kami sedapat mungkin menahan tidak terjadi lagi aksi massa sampai batas waktu tidak ditentukan," ujarnya.

Malam kemarin, berlangsung pertemuan antara Kapolres Pasuruan Ajun Komisaris Besar Wakin dengan kalangan ulama. Muncul kesepakatan untuk menjaga Pasuruan agar tenang dan damai. Namun, mencuat pula permintaan dari kalangan ulama agar polisi melepaskan 132 orang yang ditangkap polisi saat terjadi bentrokan di mapolres serta pengrusakan dan pembakaran gereja. Lantaran mereka yang tertangkap telah diusung ke Markas Polda Jawa Timur, para ulama Pasuruan berniat bertemu Kapolda Inspektur Jenderal Soetanto untuk menyampaikan permintaan. (Adi Sutarwijono)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Unjuk Rasa Hari Tani Diwarnai Bentrok
Satu Pengunjuk Rasa Tewas Tertembak
300 Massa Sempat Bentrok dengan Aparat di Pasuruan
Polda Jawa Timur Tangkap 132 Tersangka Perusuh
Sembilan Polisi Menjadi Korban di Palangkaraya

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data