TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar tiga ratus massa terlibat bentrokan dengan aparat keamanan di Pasuruan pada Rabu (30/5) tengah hari. Insiden ini terjadi di depan Markas Polsek Kraton Pasuruan yang melibatkan massa dengan anggota polisi dan pasukan zeni tempur TNI Angkatan Darat yang telah bersiaga sejak pagi.
Tanda-tanda pecahnya bentrokan mulai tercium ketika massa datang ke Polsek Kraton sejak pukul 11.00 WIB. Pemicu kedatangan mereka ini karena mendengar isu adanya penangkapan anggota banser oleh aparat kepolisian.
Mengetahui pergerakan massa ini aparat berusaha menghalau dengan memberikan tembakan peringatan. Setelah berusaha keras akhirnya aparat keamanan berhasil menghalau mereka dari Polsek Kraton dan menangkap beberapa pelaku aksi unjuk rasa yang selanjutnya dibawa ke Polres Pasuruan.
Insiden terakhir ini tak ayal merobek ketenangan yang mewarnai Pasuruan sejak pagi. Kendati begitu aparat kepolisian dan TNI tidak mengendorkan kesiagaan. Mereka berjaga-jaga di kantor-kantor pemerintahan, kawasan pertokoan dan gedung wakil rakyat. Bahkan sejumlah anggota Kostrad dari Markas Divisi II Singosari diterbangkan dengan tiga pesawat helikopter ke kawasan Raci, Pasuruan, untuk membantu pengamanan.
Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Pasuruan, K.H. Mashudi Nawawi, menjelaskan saat ini tidak ada skenario unjuk rasa. Kalangan koordinator lapangan demo sepakat dengan keputusan itu. "Kami sedapat mungkin menahan tidak terjadi lagi aksi massa sampai batas waktu tidak ditentukan," ujarnya.
Malam kemarin, berlangsung pertemuan antara Kapolres Pasuruan Ajun Komisaris Besar Wakin dengan kalangan ulama. Muncul kesepakatan untuk menjaga Pasuruan agar tenang dan damai. Namun, mencuat pula permintaan dari kalangan ulama agar polisi melepaskan 132 orang yang ditangkap polisi saat terjadi bentrokan di mapolres serta pengrusakan dan pembakaran gereja. Lantaran mereka yang tertangkap telah diusung ke Markas Polda Jawa Timur, para ulama Pasuruan berniat bertemu Kapolda Inspektur Jenderal Soetanto untuk menyampaikan permintaan. (Adi Sutarwijono)