|
Buntut Bentrok Cikini:
Polisi Bersiaga di Kantor DPP dan DPD Golkar
17 Pebruari 2001
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kapolda Metro Jaya, Irjen Mulyono Sulaiman, menegaskan, aparatnya telah mengamankan kantor DPP Golkar di Slipi dan DPD Golkar di Cikini. Di Slipi, pihaknya menurunkan satu SSK (100 personil), sementara di Cikini dua SSK (200 personil). Hal ini dikatakan Mulyono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (17/2).
Menyangkut bentrokan kemarin malam di depan Cikini, Kapolda menganggap massa sudah bertindak anarkis dan melanggar hukum. Oleh karena itu, mereka dikatakan akan ditindak.
Sementara itu, Kaditserse Polda Metro Jaya, Harry Montolalu menyatakan, enam orang sudah diperiksa sebagai saksi dan satu lainnya sebagai tersangka. Maman Suparman, seorang buruh, dijadikan tersangka karena diketahui membawa senjata tajam berupa golok. Ia terkena Pasal 510 KUHP, yaitu mengganggu ketertiban umum dan membawa senjata tajam dengan modus operandi menyerang petugas. Dari insiden kemarin, aparat berhasil menyita 13 bom molotov, 2 bambu runcing, 1 golok, 2 batu dan 1 kayu.
Mengenai antisipasi masalah keamanan besok (18/2), Kapolda menyatakan pihaknya hanya akan berusaha menghindari bentrok massa. Seperti diketahui, dua acara besar, Istigotsah NU dan pertemuan massa Hisbullah, akan digelar besok. Istigotsah akan dilangsung di Parkir Timur Senayan dan Hisbullah di Mangga Dua. “Kami akan berusaha berada ditengah-tengah kedua kelompok itu,” ujar dia.
Polisi sendiri tidak mempunyai target operasi khusus. Operasi yang akan digelar disesuaikan dengan Operasi Sadar Jaya II, yaitu pengamanan terhadap objek massa, bangunan-bangunan umum dan perkantoran. Operasi ini digelar dari 8 Februari sampai 7 Maret. (Erwin Zachrie)
|