TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Disiplin PSSI, Rabu (14/2), kembali menjatuhkan sanksi kepada dua klub peserta Ligina VII, yaitu wasit Sabar dan pengawas pertandingan Setia Waluyo. Mereka dinonaktifkan selama satu tahun.
Sementara dua klub yang dikenai denda adalah PSS Sleman dan Persikota sebesar Rp 5 juta, serta hukuman percobaan satu kali pertandingan tanpa penonton dengan masa percobaan tiga kali pertandingan. Putusan komisi disiplin PSSI ini dikeluarkan lewat rapat yang dipimpin Wakil Ketua PSSI Togar Manahan Nero.
Menurut Humas PSSI, Eddy Elison yang turut dalam rapat itu, Sabar dan Setia dikenai sanksi saat pertandingan Persikabo lawan PS Bandar Lampung di Bogor tanggal 11 Februari. Saat itu, pertandingan menjadi tiga babak. Sebab, saat waktu baru berjalan 40 menit, wasit sudah menghentikan petandingan. Pengawas pertandingan waktu itu juga tidak menegur. Barulah saat istirahat berlangsung beberapa menit, kesalahan itu dikoreksi. Pertandingan pun dilanjutkan selama lima menit dan kemudian langsung memasuki babak kedua tanpa istirahat.
Menurut Eddy, kejadian di Bogor tersebut sebenarnya dibenarkan dalam peraturan FIFA (peraturan nomor 7 tahun 1982). Tapi dalam pelaksanaannya, mereka bedua dianggap lalai. Wasit yang mengaku stop watch-nya mati itu seharusnya bertanya ke asisten wasit dan pengawas pertandingan pun harus segera bertindak begitu mengetahui ada kesalahan.
Sementara itu, Panitia Pelaksana Persikota yang dikenai denda dan hukuman percobaan itu dipandang salah saat menggelar pertandingan antara Persikota dan Persib pada 28 Januari. Dalam pertandingan itu, terjadi perang pendukung di Tribun Selatan dan Barat. Bahkan, pada menit ke-70 terjadi perang mercon dan seorang asisten wasit terluka.
Untuk PSS Sleman, hukuman yang dijatuhkan komisi disiplin kali ini adalah yang kedua kali. Sebelumnya, tim ini pernah menerima hukuman yang sama. Namun, mereka kemudian mengajukan banding dan komisi disiplin menurunkan hukumannya menjadi denda Rp 2 juta dan hukuman peringatan. Adapun hukuman kali ini dijatuhkan karena saat “menjamu” Arema Malang pada 28 Januari, pertandingan dihentikan ketika baru berlangsung lima menit. Saat itu, terjadi pelemparan dari luar stadion yang menyebabkan penonton menuju lapangan. “Panpel PSS Sleman dianggap tidak mampu karena itu dijatuhi hukuman tersebut,” kata Eddy.
Minggu depan, komisi disiplin akan memanggil Pengawas Pertandingan H Ismail Idris yang mengawasi pertandingan Pusam lawan Persma tanggal 1 Februari. Dia dipanggil karena Persma yang menang 3-1 mengadu soal kepemimpinannya dalam pertandingan ini. Sementara, Ismail dalam laporannya kepada PSSI tidak mengungkapkan hal itu.
Komisi Disiplin juga akan memanggil Ketua Panitia Pelaksana Persib dan Koordinator Pendukung Persib. Pemanggilan ini sebagai buntut dari partai Persib-Persija 11 Februari lalu, yang berujung mengamuknya supertor di luar stadion. (Nurdin Saleh)