Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tiga Tewas dalam Bentrok Pengungsi Versus Polisi
03 Pebruari 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Akibat bentrok dengan aparat kepolisian dalam demo di Mapolresta Pontianak, tiga pengungsi tewas tertembak polisi. Sedangkan 21 orang lainnya hingga hari ini, Sabtu (3/02) masih dalam perawatan di unit gawat darurat RSUD Dr Sudarso Pontianak. Mereka yang dirawat itu terkena tembakan peluru tajam di bagian betis, tangan, belakang kepala, pundak, tulang belikat, dan perut.

Peristiwa itu bermula pada Kamis pagi (1/2), ketika Matasan seorang pengungsi Madura yang menempati barak di GOR Bulutangkis Pontianak ditangkap polisi karena diduga terlibat kasus kriminal, yakni pencurian sepeda motor. Mendengar penangkapan itu warga pengungsi lainnya merasa tidak dapat menerima hal itu.

Pukul 18.45, sekitar 500 pengungsi dari GOR Pangsuma, Asrama Haji, GOR Bulutangkis dan Stadion Sepakbola Untan, berdemo ke Mapoltabes Pontianak di Jalan Sumatera. Mereka minta Poltabes melepaskan Matasan. Suasana mencekam, lampu-lampu dimatikan. Puluhan polisi terlihat bersiaga untuk pengamanan.

Lalu, Kapoltabes Pontianak Kombespol Yuswanto berusaha menenangkan massa. Menurut dia, diperlukan waktu setidaknya 1 x 24 jam untuk pemeriksaan Matasan. “Jika tidak terbukti maka akan dilepaskan,” ujarnya. Namun massa tetap berteriak meminta Matasan dilepaskan saat itu juga.

Setelah dilakukan negosiasi antara Kapoltabes dan utusan pengunjuk rasa, akhirnya Matasan dilepaskan dengan jaminan 4 orang perwakilan. Mereka juga akan ditangkap jika Matasan melakukan kejahatan.

Sekitar pukul pukul 21.00 WIB Matasan dilepas dan disambut rekan-rekannya. Mereka lalu pulang. Pada saat pulang itulah ada beberapa pengunjuk rasa yang melempar kaca Mapoltabes sehingga dibalas tembakan peringatan ke udara oleh Brimob dan Perintis yang siaga beberapa kali. Tembakan itu tidak diindahkan, bahkan lemparan batu semakin banyak.

Aparat lalu melakukan tembakan peringatan sambil mengusir pengunjuk rasa agar keluar dari halaman Mapoltabes. Ketika pengusiran inilah menurut polisi ada yang melawan sehingga aparat melepaskan tembakan ke arah massa. Dalam situasi gelap, massa pun bertindak sendiri-sendiri sehingga polisi menindak tegas agar rusuh tidak meluas dengan melepaskan tembakan.

Akibat insiden itu seorang tewas di tempat jeadian dan 2 orang tewas di RS Sudarso. Menurut data Poltabes 3 tewas diterjang peluru di dadanya, yakni Dilam bin Haji Dilur (18 tahun) dan Samurin (45 tahun) keduanya pengungsi dari Asrama Haji serta Abdul (25) pengungsi dari GOR Pangsuma. Sedangkan korban luka-luka akibat peluru maupun senjata tajam yang diduga mereka bawa sendiri sebanyak 21 orang.

Kapoltabes mengatakan bahwa pihaknya telah cukup berusaha agar massa tidak bertindak anarkis. “Kita sudah minta hentikan pelemparan atau perusakan, tapi diteruskan sampai kaca Mapoltabes pecah,” ujarnya. Dari sinilah, menurut dia, anggota terpancing untuk bisa segera mengusir mereka dari Mapoltabes.

Beberapa warga Pontianak yang dihubungi pun menyesalkan aksi itu. “Seharusnya warga pengungsi mempercayai polisi untuk mengusut Matasan. Jika memang bersalah, mengapa harus membelanya?” ujar Anna seorang warga Pontianak. Namun ia juga menyesalkan tindakan polisi yang dengan mudah melepaskan tembakan dengan peluru tajam. “Kenapa tidak dengan peluru hampa atau peluru karet saja?” ujarnya pula. (Edi Petebang)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Empat Pemuda Diserang Saat Tadarusan
Golkar Khawatir Insiden Bali Merembet ke Jatim
Polisi Bali Periksa Lagi 26 Orang
Warga Bojong Bentrok Dengan Preman
Mahasiswa Makassar Sweeping Polisi

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data