TEMPO Interaktif, Jakarta:Persija Jakarta gagal memetik kemenangan saat melawan tim PSPS Pekanbaru di Stadion Lebakbulus, Kamis (1/2). Kedua tim, ternyata, bermain imbang 0-0.
Kegagalan Persija ini tak pelak membuat para suporternya kecewa. Menit-menit akhir pertandingan, dari atas tribun utara, suporter ‘The Jak’ yang berseragam putih oranye berulangkali meneriakkan koor,“Kami kecewa.”
Bahkan, pelatih Persija, Andi Lala, juga menjadi sasaran kekecewaan. Saat Andi menyertai timnya menuju kamar ganti, para suporter yang memadati pintu berteriak,“ Ganti Andi Lala.” Teriakan ini diselingi dengan nyanyian,”Kami kecewa.” Mendengar “nyanyian” itu, Andi sempat gusar dan memaki salah satu suporter di tribun yang berteriak meminta dirinya diganti.
Permainan kedua tim dalam pertandingan itu berjalan monoton dan tidak menarik. Persija yang minggu lalu ‘menghancurkan’ PSDS Deliserdang 6-0, tak berdaya menghadapi permainan PSPS. Pemain Persija berkali-kali melakukan kesalahan. Namun, kesalahan ini gagal dimanfaatkan PSPS. Meski di babak pertama mereka banyak menguasai bola di sektor tengah, namun bisa dibilang tidak tercipta peluang yang membahayakan lawan.
Di babak kedua, Persija mengubah susunan timnya dengan memasukkan striker Gendut Doni dan pemain belakang Hebanda Timothe. Ternyata, formasi baru ini tetap saja tidak ampuh untuk menundukkan tim lawan. Bahkan, sektor belakang kerap kedodoran meski tidak sampai kebobolan.
Andi sendiri menolak berkomentar ketika dimintai komentarnya selepas pertandingan. Demikian pula dengan asistennya, Sofyan Hadi. Sementara itu, pelatih PSPS, Parlin Siagian, menyatakan puas atas hasil pertandingan ini. Menurut Parlin, timnya sudah bermain maksimal dan berhasil memenuhi target menahan imbang lawan.
Ia bahkan menyatakan melihat adanya peningkatan berarti dalam permainan timnya. Terbukti, tim sering menguasai bola di sektor tengah lapangan. Tapi ia mengakui, bagian lini depan masih lemah. “Kami memang lebih memfokuskan pada pertahanan,” katanya.
Dalam pertandingan ini, wasit Madenu mengeluarkan tiga kartu kuning untuk Nuralim (Persija), Lilik Suheri dan Apan Lubis (PSPS). (Nurdin Soleh)