TEMPO Interaktif, Jakarta:Uston Nawawi, pemain Sepak Bola yang jadi sengketa antara Persebaya denagn PSM akhirnya memutuskan untuk kembali ke Persebaya. Sayangnya, keputusan itu justru belum disetujui oleh PSSI termasuk ijin untuk Uston bisa bermain dalam pertandingan 7 Februari mendatang.
“Sampai sekarang Persebaya belum mendaftarkan Uston. Pokoknya selama PSSI belum mengesahkan, maka otomatis dia tetap tidak bisa diturunkan. Bila ngotot, justru Persebaya yang akan kena sanksi,” kata Humas PSSI Eddy Elison saat ditemui di kantornya, Selasa 30/1).
Uston Nawawi, belakangan ini sempat menyedot perhatian publik penggemar bola. Gelandang Tim Nasional ini diperebutkan oleh PSM Makassar dan Persebaya. Uston sudah menandatangani kontrak senilai Rp 200 juta dengan PSM. Namun kepindahan dia dipersoalkan Persebaya karena dianggap masih menjadi miliknya. Dalam proses perebutan ini Persebaya bahkan mengeluarkan skorsing untuk Uston terhitung mulai 6 Januari lalu.
Komisi Disiplin PSSI yang menangani kasus Uston sebenarnya sudah memutuskan bahwa Uston sah keluar dari Persebaya. Namun Ketua Umum PSSI yang melihat masalah terus berlarut-larut akhirnya melakukan pendekataan dan hasilnya Uston pun memutuskan kembali ke Persebaya.
PSSI, menurut Eddy, sampai sekarang belum menerima laporan soal kembalinya Uston ke Persebaya. Jika sudah kembali seharusnya, secara prosedural, harus didaftarkan dulu. Dalam pendaftaran itu harus dicantumkan kontrak, polis asuransi. Dalam kasus Uston Persebaya juga harus menunjukkan surat pernyataan bahwa PSM tidak keberatan melepas dia. Termasuk pencabutan Skorsing. “Jadi sebelum bisa dimainkan, masih ada proses panjang yang harus dipenuhi,” kata dia.
Ditambahkan Eddy, pendaftaran pemain baru di tengah masa kompetisi memang dimungkinkan. Tiap tim ditetapkan boleh mendaftarkan 30 pemain dan mengganti 7 diantaranya selama masa kompetisi bergulir.” Jadi kalau selama ini pemain yang didaftarkan masih kurang dari 30, masih bisa ditambah lagi” tandasnya. (Nurdin)