TEMPO Interaktif, Jakarta:Persija membuktikan janjinya untuk memperbaiki penampilan dan posisi mereka dalam klasemen sementara putaran Liga Indonesia (Ligina) Bank Mandiri VII. Pada pertandangan kandang melawan Semen Padang di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, tim Macam Kemayoran ini membungkam tamunya 2-0 langsung. Dua gol tersebut diciptakan Antonio Claudio di menit ke-23 dan Budi Sudarsono pada menit ke-35.
Secara umum Persija mampu memperlihatkan kualitasnya dalam pertandingan ini. Anak-anak jakarta lebih mendominasi permainan, sementara serangan-serangan dari pemain Urang Awak lebih banyak kandas di kaki pemain belakang Persija. Pelatih Persija Andi Lala menilai anak-anak asuhannya mampu mematikan lapangan tengah lawan sehingga berhasil mendominasi pemainan.
Gol pertama Persija tercipta lewat aksi individu pemain belakang Antonio Claudio. Dia menggocek bola sendirian dengan melewati tiga pemain lawan sebelum melakukan penyelesaian akhir dengan tendangan kaki kanannya menjebol gawang Semen Padang. Pada menit ke 35, sebuah operan Anang Makruf disambut sundulan kepala Budi Sudarsono, 2-0.
Di babak kedua, pemain-pemain Persija tampaknya terkesan ingin bermain aman dan hanya mempertahankan kemenangan sehingga permainan tidak banyak berkembang.
Atas hasil pertandingan itu, pelatih Semen Padang Jenni Wardin mangakui lemahnya lini tengah timya. Sehingga aliran bola dari pemain belakang ke lini depan terputus. Menurut dia, hal ini disebabkan absennya beberapa pemain andalan yang biasa memegang posisi tengah karena cedera dan akumulasi hukuman. Misalnya, ia menyebut tak ikut merumputnya Kusdianto dan Efendi.
Pertandingan yang disaksikan langsung oleh Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Andi Darussalam Tabusala ini, sempat diwarnai aksi lompat pagar dan menyerbu lapangan oleh suporter Persija.
Sejak awal pertandingan penonton sudah memperlihatkan tanda-tanda negatif. Kata-kata kasar dan lemparan gelas plastik yang ditujukan ke para pemain lawan terjadi berkali-kali. Penonton pun sempat dua kali melemparkan petasan ke arah lapangan. Saat istirahat, beberapa suporter Persija yang berada satu tribun dengan suporter Semen Padang sempat bersitegang.
Suporter Semen Padang yang jumlahnya lebih sedikit sempat dilempari dan dikejar hingga keluar stadion. Dari salah satu tribun yang dipenuhi suporter Persija terjadi lemparan mercon ke arah suporter Semen Padang. Akibatnya mayoritas suporter Semen Padang dari tribun selatan naik ke pagar dan turun ke lapangan.
Petugas keamanan yang jumlahnya sedikit tampak tidak siap. Mereka tidak mampu mencegah ulah urakan para suporter. Ratusan penonton sempat beberapa saat memenuhi lapangan. Aparat keamanan akhirnya menggiring suporter Semen Padang ke tribun utara, namun hal itu memakan waktu sehingga istirahat pertandingan pun menjadi lebih panjang.
Andi Darusalam menyayangkan ulah suporter yang menodai permainan, yang dia nilai cantik. Menurut dia, hal ini juga terjadi karena kesalahan panitia pelaksana yang tidak menyediakan petugas keamanan yang proporsional dengan jumlah penonton. (Nurdin Saleh)