TEMPO Interaktif, Jakarta:Masih belum pulihnya kondisi keamanan di Aceh dan Papua menjadi kekhawatiran para peserta kompetisi sepak bola Liga Indonesia Bank Mandiri VII. Kekhawatiran itu menyangkut soal jaminan keamanan terhadap pertandingan yang akan dilangsungkan di dua daerah tersebut.
Setidaknya dua peserta dari tim PS Semen Padang dan PSP Padang melontarkan pertanyaan itu dalam Manager’s Meeting yang digelar PSSI di Hotel Bumi Karsa, Selasa (9/1). Pertemuan yang dipandu oleh Ketua Umum PSSI Agum Gumelar itu digelar dalam rangka mengecek persiapan terakhir pelaksanaan Ligina yang akan dimulai Minggu (14/1).
Dua manajer peserta dari Padang ini mempertanyakan keamanan Aceh yang juga dijadikan tuan rumah untuk pertandingan di Grup Barat. Keduanya mengacu pada pengalaman Ligina sebelumnya yang pernah menerima ancaman sehingga membuat konsentrasi pemain terganggu saat bermain di Aceh.
Menanggapi kegelisahan para peserta, Ketua Umum PSSI Agum Gumelar mengatakan bahwa PSSI tetap akan mengelar pertandingan di dua wilayah ini. Jendral bintang tiga ini berpedoman pada jaminan keamanan yang telah diberikan panitia pelaksana di dua daerah itu. “Kita sudah mendapat jaminan dari panitia pelaksana di dua daerah itu soal kemanan. Mereka mengatakan bahwa Polda setempat sudah menyatakan menyatakan kesanggupannya menangani soal keamanan,” tegas Agum.
Sementara itu Sekjen PSSI Tri Gustoro menambahkan menyangkut persoalan keamanan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Kapolri soal kemanan kompetisi di dua wilayah ini. “Sejauh ini belum ada alasan untuk membatalkan jadwal pertandingan di wilayah ini seperti yang sudah kita susun.,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, Direktur Kompetisi PSSI, Iswadi Idris menjelaskan bahwa dalam kompetisi Ligina VII direncanakan akan melibatkan 28 grup. Masing masing akan terbagi dalam dua Grup, yaitu Grup Barat dan Grup Timur. Sementara system pertandingan akan diatur dalam tiga tahap. Tahap pertama dengan sistem home and away yang akan menghasilkan delapan tim terbaik dari dua grup itu. Sedangkan tahap kedua, delapan besar dan dibagi menjadi dua grup. Dengan system turnamen penuh akan dihasilkan empat tim yang akan berlaga di semi final. Selanjutnya dua tim pemenang berlaga di final. “Semua proses turnamen ini ditargetkan akan berkahir pada akhir Juli atau awal Agusutus,” jelas Idris..
Menurut rencana, dalam kompetisi ini akan ada enam grup yang terdegradasi ke satu divisi. Sedangkan yang promoso dari divisi 1 hanya 2 tim. “Ini dimaksudkan agar dalam jangka panjang jumlah tim peserta ligina menjadi idela, yakni 16 yang akan kita capai pada 2003,” tandas Idris. (Nurdin Saleh)