Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Olahraga

Suporter Persebaya Tuntut PSSI Selesaikan Kasus Uston
09 Januari 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 30 suporter Persebaya mendemo pengurus PSSI di Hotel Bumi Karsa, Jakarta, Selasa (9/1) siang. Unjuk rasa digelar di tengah pertemuan Pengurus PSSI yang sedang membahas persiapan terakhir menjelang bergulirnya Liga Indonesia (LI) Bank Mandiri ketujuh. Kompetisi LI Bank Mandiri sendiri dijadwalkan akan mulai digelar 14 Januari 2001.

Para suporter tersebut datang dan langsung berkumpul di ruang pertemuan. Mereka mengenakan berbagai atribut suporter Persebaya sambil terus meneriakan yel-yel “Hidup Persebaya!”. Mereka menuntut agar kasus Uston Nawawi segera dituntaskan dan Uston dikembalikan ke Persebaya.

Kasus Uston Nawawi sampai sekarang masih berlarut-larut. Ini berawal ketika pemain Persebaya itu dipinjamkan kepada PSM untuk menghadapi Liga Champion Asia. Namun belakangan diketahui, Uston mengikat kontrak pula dengan PSM untuk menghadapi putaran Liga Bank Mandiri ketujuh. Persebaya tidak menerima hal tersebut, dan menganggap pemain tersebut masih menjadi milik mereka.

Atas kasus tersebut, para pendukung Persebaya itu juga meminta Ketua Umum PSSI Agum Gumelar memecat Andi Darussalam Tabusala, salah seorang pengurus PSSI yang menangani kasus Uston Nawawi. Mereka menganggap Andi Darussalam mencla-mencle dan cenderung membela PSM.

Para pendemo sempat memaksa masuk ke ruang pertemuan, namun gagal karena pintu digembok dari dalam. Akhirnya mereka menunggu sampai pertemuan selesai.

Seusai pertemuan, Agum Gumelar langsung menemui para pendemo tersebut. Ia mengatakan bahwa tindakan para pendemo tidak perlu dilakukan karena sampai sekarang PSSI masih memproses kasus Uston. Dan belum ada keputusan. Nantinya, janjinya, keputusan akan dibuat sebijaksana mungkin.

Soal tuntutan pemecatan Andi Darusalam, Agum menyatakan bahwa hal itu hanyalah persoalan miscommunication saja. Pernyataan-pernyataan Andi yang dimuat di media, dan dinilai merugikan Persebaya, menurut Agum adalah kesalahan interpretasi wartawan. (Nurdin Saleh)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Meski Menang, PSSI Belum Kompak
PSSI akan Terapkan Pressure Football
PSM Ditekuk Shandong Lunen 3-1
AFC Belum Beri Lampu Hijau Liga Champions
Maung Bandung Pukul Persikabo 1-0

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data