Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Narasi  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Gunung Api di Sumatera dan Jawa
Jum'at, 15 April 2005 | 15:00 WIB

GUNUNG API DI PULAU SUMATERA DAN SELAT SUNDA

1. Seulawah Agam, 1.726 m dml
Di Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar
Letusan Terakhir : 1975
Tanggal 16 dan 21 Agustus terdengar suara gemuruh dan asap keluar dari G. Seulawah Agam.

2. Peuet Sague, 2.780 m dml
Di Kecamatan Meureudeu Selatan, Kabupaten Sigli
Letusan Terakhir : 1998
Awal tahun, laporan dari pilot pesawat Garuda yang melalui jalur Banda Aceh – Medan menyatakan bahwa telah terjadi letusan di G. Peut Sague dengan ketinggian asap mencapai ± 3 km, dengan warna asap hitam keabuan.

3. Bur Ni Telong, 2.624 m dml
Di Kabupaten Aceh Tengah
Letusan Terakhir : 7 Desember 1924
Nampak 5 buah tiang asap tanpa diikuti satu letusan.

4. Sorik Marapi, 2.145 m
Di Kecamatan Kotanopan dan Kecamatan Napal, Kabupaten Tapanuli Selatan
Letusan Terakhir : 1970
Menurut catatan Dinas Vulkanologi, pada tahun ini terjadi letusan abu

5. Marapi 2.891,3 m dml
Di Sumatera Barat, Kabupaten Agam dan Kabupaten Batusangkar
Letusan Terakhir : 1927
Pada 5 Pebruari pukul 01.30 terdengar suara letusan pukul 7.20 letusan dengan asap berbentuk kembang kol. Abu sampai di Padang Panjang. Pada 6 dan 7 Pebruari terjadi letusan kecil di Kepundan Bungo. Pada 7 Pebruari hujan abu sampai di Padang Panjang. Pada 11 Pebruari pukul 22.00 turun hujan abu di Padang Panjang. Pada 11 Pebruari pukul 22.00 turun hujan abu di Padang Panjang.

6. Tandikat 2.438 m dml,
Di Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam
Didalam sejarah hanya diketahui 2 kali letusan dengan periode 15 tahun, yaitu tahun 1889 dan tahun 1915

7. Talang 2.597 m dml
Di Kecamatan Kota Anau, Kabupaten Solok
Letusan Terakhir : 23 Maret 1981, terdengar suara gemuruh dan asap tebal serta bau belerang kuat, yang sebelumnya didahului oleh adanya gempa yang terjadi sejak Agustus 1980 hingga Maret 1981

8. Kerinci, 3.805 m dml
Di Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi, dan Kabupaten Solok
Letusan terakhir: 1970
Mungkin terjadi letusan abu di kawah pusat. Sampai sekarang terkadang ada letusan abu tipis di sekitar puncak, seperti terjadi tahun 1999 (juni-juli) dan 2002 (Agustus).

9. Sumbing Sumatra, 2.508 m dml
Di Kabupaten Sarolangun -Bangko (Sarko), Propinsi Jambi
Letusan terakhir : Tidak diketahui

10. Kaba, 1.952 m dml
Di Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu
Letusan terakhir : 2000
Sejak awal Juni terjadi peningkatan kegiatan kegempan di Gunungapi Kaba, yang dipicu oleh gempa tektonik Bengkulu berkekuatan 7.8 skala Richter pada tanggal 4 Juni disertai gempa-gempa susulannya yang dapat dirasakan di kawasan Gunungapi Kaba

11. Dempo, 3,159 m dpl
Di Kecamatan Pagaralam, Jerai, Muaropinang dan Tanjungsakti, Kabupaten Lahat, Propinsi Sumatera Selatan
Letusan terakhir : 1974
Hujan belereng dari Kawah G.Dempo, Harian Gala 1974.

12. Krakatau, P. Rakata 813m, P. Sertung 182m, P. Panjang 132m dan P.Anak Krakatau 305m.
Di Selat Sunda, Kec. Kalianda, Kab. Lampung Selatan
Letusan terakhir : 2001, Erupsi abu pada 5 Juli.

13. Sibayak, Puncak lk 2.094 m dpl
Di Kab. Karo dan Kaban Jahe, Prop. Sumatera Utara.
Letusan terakhir : Tidak diketahui

14. Sinabung, 2.460 m dpl
Di Termasuk wilayah Kab. Karo (Kabanjahe), Prop. Sumatera Utara.
Letusan terakhir:

15. Rajabasa, 1281 m dpl
Di Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung.
Letusan terakhir : Tidak diketahui

GUNUNG API DI PULAU JAWA

1. Gede, 2958 m.
Di wilayah Cipanas, Kabupaten Cianjur dan sebagian termasuk wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Letusan terakhir :
-1957, 13 Maret, pada jam 19.14 – 19.16 letusan disertai suara gemuruh, tinggi awan letusan lebih kurang 3 km di atas kawah (Hadikusumo, 1957).
-1972, Menurut Hamidi (1972, p.3) dalam bulan Juli Kawahlanang mengeluarkan asap putih yang agak tebal berbau belerang bersuara mendesis.

2.Tangkubanparahu, 2.084 m dpl
Di Kab. Subang dan sebagian lagi termasuk wilayah Kab. Bandung
Letusan terakhir :1994 erupsi freatik di kawah Baru

3. Papandayan, 2.665 dml
Di Kabupaten Garut, Jawa Barat
Letusan terakhir : 1993 – sekarang
Kegiatan G. Papandayan terbatas pada kepulan asap fumarola dan solfatara serta bualan lumpur dan air panas di sekitar Kawah Mas dan Kawah Baru (kawah termuda G.Papandayan).

4. Guntur, 2.249 m
Gunung Guntur adalah nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunungapi yang disebut dengan Komplek Gunung Guntur. Komplek Gunung Guntur ini terdiri atas beberapa kerucut, yaitu Gunung Masigit (2249) yang merupakan kerucut tertinggi. Ke arah tenggara dari Gunung Masigit terdapat kerucut Gunung Parukuyan (2135m), Gunung Kabuyutan (2048) dan Gunung Guntur.
Di Kabupaten Garut, Jawa Barat
Letusan terakhir :1847 Tidak ada keterangan

5. Galunggung, 2.168 m. dml
Di Priangan Tatar Sunda, Kabupaten Tasikmalaya dan Garut
Letusan terakhir : Letusan 1982 - 1983, terjadi dalam 9 bulan, pada tanggal 5 April 1982 - 8 Januari 1983.

6. Patuha, 2.432 m.
Di Kec. Ciwidey, Kab. Bandung
Letusan terakhir :Sejak tahun 1600 hingga sekarang kegiatan G. Patuha hanya berupa kegiatan solfatara dan fumarola.

7. Salak, .2211 m dpl
Di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor
Letusan terakhir : 1938
Erupsi samping, erupsi preatik diKawah Cikuluwung Putri

8. Ceremai, .3078 m. dml
Di Kab. Cirebon, Kab. Kuningan dan Kab. Majalengka
Letusan terakhir : Kejadian gempa yang merusak sejumlah bangunan di daerah Maja dan Talaga sebelah barat G. Ciremai tahun 1990 dan tahun 2001. Getarannya terasa hingga desa Cilimus di timur G. Ciremai.

9. Lawu, 3.265 m
Di Propinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah
Letusan terakhir : Tidak diketahui

10. Slamet, 3.432 m dml
Di Kab.Pemalang, Kab. Banyumas dan Kab. Brebes, Kab. Tegal dan Kab. Pubalingga, Jawa Tengah
Letusan terakhir : 1992
12 Maret - 4 April, terjadi peningkatan kegempaan

11. Dieng, 2.565 m. dpl.
Di Dieng Kulon
Letusan terakhir : 1990’s, Kw. Dieng Kulon Letusan freatik lumpur

12. Sundoro, 3.150,7 m. dml
Di Kab. Temanggung (sebelah barat) Kab. Wonosobo (sebelah timur) Jawa Tengah.
Letusan terakhir : 1970
Setelah istirahat selama lk 60 tahun terdapat lagi kenaikan kegiatan tanpa menghasilkan suatu letusan.

13. Sumbing, 3.371m. dpl
Di Kab. Magelang, Temanggung, Wonosobo dan Kab. Purworejo
Letusan terakhir : G. Sumbing yang diklasifikasikan sebagai gunungapi tipe B, sehingga periode letusannya tidak diketahui karena kegiatan terakhir hanya sebatas peningkatan suhu pada beberapa lubang solfatara.

14. Merbabu, 3.145 m dml
Di Magelang, Salatiga dan Boyolali
Letusan terakhir : Tidak diketahui

15. Merapi, 2.968 m dml
Di Kab. Sleman, Prop. DI. Yogyakarta, Kab. Magelang, Boyolali, Klaten, Propinsi Jawa Tengah.
Letusan terakhir : 10 Februari 2001

16. Kelud, 1.731 m dpl
Di Kab. Kediri, Kab. Blitar dan Kab. Malang
Letusan terakhir : 09 Pebruari 1990
Tercatat swarm gempa vulkanik. Amplitudo gempa makin besar. Demikian pula interval antara gempa semakin rapat


17. Semeru, 3.676 m
Di Kabupaten Lumajang dan Malang
Letusan terakhir : 1994, 2 Februari - 15 Februari.
Terjadi letusan dan suara dentuman disertai hujan abu dan guguran lava membentuk awan panas guguran dari kubah lava dan lidah lava yang terbentuk sejak tahun 1992.

18. Bromo, 2.329 m dml.
Di Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kec. Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Prop. Jawa Timur
Letusan terakhir : 2004
8 Juni 2004, terjadi letusan freatik dengan tinggi asap 3000 m dari bibir kawah. akibat letusan itu telah menimbulkan korban jiwa sebanyak 2 orang dan 5 luka-luka. sampai saat ini 9 Juni 2004 gempa-gempa hembusan gas dan steam masih terekam dengan amplituda 1 - 3 mm.

19. Lamongan, 1.671 m dml
Di Lumajang, kota terdekat Probolinggo
Letusan terakhir : 1898, letusan dahsyat

20. Raung, 3.332 dml
Di Wilayah Kab. Bondowoso, Kab. Jember, dan Kab. Banyuwangi, Jawa Timur
Letusan terakhir : Dikabarkan kegiatan meningkat sejak akhir 1972. Hadian (1973) mengunjungi puncak, tetapi keadaan sudah normal kembali. Hampir seluruh permukaan dasar kawah tertutup oleh aliran lava yang keluar dari kerucut yang terletak di tengah dasar kawah.

Terjadi kegiatan letusan antara 13 - 19 Februari dan letusan paroksimal terjadi pada tanggal 19 Februari. Tinggi tiang asap letusan diduga lk. 12 km. Suara dentuman terdengar selama lk. 4 jam dari Surabaya dan Malang. Hujan abu menyebar dan turun hingga Bali dan Surabaya

21. Ijen, tepi kawah 2.386 m dan danau kawah 2.145 m
Di Kecamatan Licin, Sempol, Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso
Letusan terakhir : 2001
Tanggal 8 Januari terjadi peningkatan aktivitas vulkanik ditandai dengan adanya bualan air danau seperti mendidih, bau gas solfatara sangat tajam, terdengar suara blaser yang nyaring dan asap putih tebal dengan tekanan yang kuat (arah asap tegak lurus) dan pada lokasi penambangan belerang terjadi kebakaran belerang, menurut pegawai solfatara telah terjadi letusan di air danau kawah kemungkinan letusan preatik. Pada tanggal 14 Januari suhu permukaan air danau kawah di Dam mencapai 48 °C.


22. Arjuno-Welirang, G. Arjuno 3.339 m dpl, G. Welirang 3.156 m dpl
Di Kab. Malang, Mojokerto dan Pasuruan
Letusan terakhir :
1950, Di bagian baratlaut G. Welirang Letusan abu pada ketinggian antara 2.500 sampai 2.700 m
1952, Kw. Plupuh (bagian barat laut 4 km dari puncak). Hembusan asap putih tebal dan lumpur belerang berwarna putih kekuningan yang penyebarannya mencapai beberapa ratus meter

Sumber: Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sembilan Gunung Berapi 'Terbangun'
Gangguan Gunung Meletus Efek Gempa Nias
Pengungsi Gunung Talang Mencapai 25 Ribu
Empat Gunung Berapi di Jawa 'Batuk-batuk'
Gunung Talang Solok Meletus, Status Awas
Gunung Kerinci Semburkan Asap Tebal
Presiden Kunjungi RS Umum Kupang
Gunung Baru Jari Masih Meletus
Gunung Api Mahawu Terbakar
Bandar Udara Waioti Mulai Beroperasi
> selengkapnya...


Referensi

Gunung Api di Sumatera dan Jawa

Website

Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data