Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Narasi  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Nasional

Anak Saya Teriak Abi ? Abi, Air Sudah Datang
Senin, 03 Januari 2005 | 16:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Dr Husni (40), Dosen Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Bersama dua orang anaknya, Husni selamat. Namun isteri dan seorang anaknya belum ditemukan. Anak bungsunya yang berumur satu tahun ditemukan tidak bernyawa lagi di dekat reruntuhan rumahnya. Dr Husni tinggal di kawasan Ajun, dua kilo meter dari pantai Krueng Raya, Banda Aceh. Berikut penuturannya kepada wartawan Tempo Bambang Soed dan Hambali di Bandara TNI-AU Kelapa Sawit, Polonia, Medan:

?Seperti biasa hari Minggu, saya di rumah. Tiba-tiba terjadi gempa dan saya sempat azan, namun gempa juga belum selesai. Anak-anak sempat mau buang air, lalu .saya bawa ke mesjid, karena tidak berani ke rumah takut roboh. Mesjid letaknya 100 meter dari rumah. Tiba-tiba datang gempa susulan. Bersama itu ada yang teriak banjir. Istri saya lari dengan kedua anak saya yang lain. Kedua anak yang saya bawa ini ada ditangan saya. Air membawa saya ke atas loteng.anak saya yang satu dibawa loteng. Anak saya berteriak abi ? abi. Namun air sudah diatas kami. Kami tenggelam waktu itu. Tiba-tiba ada yang menarik kami, tidak tau siapa. Kami akhirnya berada di lantai dua, sebuah bangunan yang baru dibangun didekat rumah saya.

Disaat itu, saya meliahat ada sebuah mobil yang terbawa air. Saya tahu itu mobil teman saya. Kemudian lambat laun mobil itu tenggelam dalam pandangan saya. Kita lihat semua sudah jadi laut. Waktu juga tetap terjadi gempa. Satu jam kemudian kami turun karena dirasa sudah aman. Di sana kami langsung ke jalan yang lebih tinggi. Disana lah saya dihatam kayu. Kemudian dari jalan ini kami menuju tempat pengungsian sementara.

Saya bingung.karena kata orang kumpul di mesjid. Sementara saya sudah punya dua anak. Dengan kaki pincang dan dua anak saya tentu susah mencari istri saya. Anak ini menjerit-jerit. Senin kemarin, saya bawa anak saya ke tempat saudara di Blangbintang. Tempat ini tidak parah terkena gempa.

Setelah saya titipkan anak saya, saya kembali ke rumah saya untuk melihat kondisi. Rumah saya rusak berat. Tidak jauh dari situ, saya temukan anak bungsu saya sudah menjadi mayat. Kemudian saya kuburkan di dekat rumah saudara saya di Blang Bintang.
Keluarga saya di Aceh 100 orang dan yng pasti selamat 12 orang. Orang tua saya juga hilang.?



 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indonesia Segera Pasang Alat Pemantau Tsunami Senilai US $ 13 juta
Akhir Januari, Seluruh Jaringan Telkom di Aceh Normal Kembali
Pengungsi Aceh di Jakarta, Alami Radang Paru-Paru Diare dan Dehidrasi
Penumpang Bus Jurusan Medan-Aceh Membludak
Bupati Janjikan Rumah Darurat untuk Pengungsi
100 Pradja STPDN Diberangkatkan ke Aceh
Panti Depsos Siap Tampung Korban Bencana Aceh
1.550 Desa di Aceh Belum Berfungsi
Presiden : Bencana Aceh Tidak Menjadi Ancaman Rencana Pembangunan Ekonomi
Konsep Tata Ruang Belum Mengakomodasi Anc aman Gempa
> selengkapnya...


Referensi

Anak Saya Teriak Abi ? Abi, Air Sudah Datang
Mobil Tenggelam, Saya Keluar dari Kaca Tengah
Inikah Gempa Itu?
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data