Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Narasi  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Nasional

Mobil Tenggelam, Saya Keluar dari Kaca Tengah
Senin, 03 Januari 2005 | 16:26 WIB

TEMPO Interaktif, Medan: Ribuan penduduk Nanggroe Aceh Darussalam mengungsi ke luar provinsi Serambi Mekkah ini. Kebanyakan diantara mereka mendarat di Bandara Polonia dan Bandara TNI-AU Kelapa Sawit, Polonia, Medan. Beberapa dari mereka sempat ditemui, wartawan Tempo, Bambang Soedjiartono dan Hambali Batubara sesaat setelah turun dari pesawat Hercules yang membawa mereka dari Banda Aceh. Berikut kesaksian korban:

Marlina (27 tahun), istri Bripka Dedi Purnama.
Sang suami, sampai akhir pekan lalu belum ditemukan. Dia bersyukur putranya, Revan (5) bisa diketemukan Senin (27/12) malam setelah tragedi. Keluarga Dedi, tinggal kompleks asrama Brimob Polda Aceh, yang terletak di dekat pesisir pantai Banda Aceh. Mereka tinggal di kompleks ini sejak tahun 2001.

?Minggu (26/12) pagi itu cuca cerah. Saya sedang memandikan anak saya satu-satunya Revan. Ketika itu suami saya sedang apel pagi di lapangan Brimob yang terletak sekitar 100 meter dari rumah. Waktu di kamar mandi, terjadi gempa. Saya sempat mengucapkan Allah Akbar. Terus berlari keluar rumah sambil menggedong anak saya. Ketika itu datang suami saya yang berhamburan dari apel pagi. Saya, suami saya berlarian kearah lapangan Brimob. Setelah gempa selesai, saya sempat kembali kerumah untuk mengambil pakaian anak saya yang waktu itu masih telanjang.

Ketika baru saja keluar rumah, tetangga saya mengatakan rumahnya sudah roboh. Waktu ia mengendari vespanya sambil berteriak, lari, rumah saya roboh diterjang air. Saat itu saya rasakan gempa kembali sekitar 12 menit. Kemudian saya ditarik suami saya keluar rumah. Kemudian saya lihat rumah saya roboh diterjang air. Saya langsung ngomong dengan suami saya, lari bang, ada air. Kemudian suami saya menggandeng saya sambil mengedong anak saya masuk ke dalam mobil minibus yang terparkir di depan.

Air yang datang tingginya mencapai 10 meter menghempas mobil. Mobil tersebut terhempas-hempas dibawa air hingga mobil tersebut terbenam. Saya yang berada di dalam mobil yang tenggelam segera membuka pintu. Di situlah awal kami berpisah. Saya keluar dari kaca tengah, sementara suami saya berserta anak saya keluar dari pintu depan. Sebelum keluar mobil sempat terlempar dan terbentur balok kayu.

Terasa gelap waktu itu. .Saya sambil menahan napas, saya hanyut hingga menyangkut di pohon. Kemudian saya rangkul batang pohon tersebut. Waktu itu air terus menghantam badan saya.saya terus rangkul terus pohon tersebut. Saya lama sendiri di pohon itu. Surut air, saya ikutin air itu. Kemudian saya baru sadar, Ya Allah tinggi sekali pohon ini.

Setelah saya yakini air sudah rendah, saya mulai berani turun. Waktu itu sudah sore hari. Waktu itu air sudah sepinggang saya. Ketika itu juga gempa masih sering terasa. Kemudian saya bergabung dengan pengugnsi lain di Bukit Tembak yang berada di kompleks rumah asrama. Bukit Tembak berada didataran yang lebih tinggi. Rumah saya dekat dengan pantai, paling 10 menit saja kalau jalan.?


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Akhir Januari, Seluruh Jaringan Telkom di Aceh Normal Kembali
Pengungsi Aceh di Jakarta, Alami Radang Paru-Paru Diare dan Dehidrasi
Penumpang Bus Jurusan Medan-Aceh Membludak
Bupati Janjikan Rumah Darurat untuk Pengungsi
100 Pradja STPDN Diberangkatkan ke Aceh
Panti Depsos Siap Tampung Korban Bencana Aceh
1.550 Desa di Aceh Belum Berfungsi
Presiden : Bencana Aceh Tidak Menjadi Ancaman Rencana Pembangunan Ekonomi
Konsep Tata Ruang Belum Mengakomodasi Anc aman Gempa
Konsep Tata Ruang Belum Mengakomodasi Anc aman Gempa
> selengkapnya...


Referensi

Mobil Tenggelam, Saya Keluar dari Kaca Tengah
Inikah Gempa Itu?
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data