Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Narasi  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Kekuatan TNI AL
Rabu, 15 Desember 2004 | 17:11 WIB

ARMADA

Keamanan perairan Indonesia terletak di pundak TNI AL yang menjaganya dengan sistem pangkalan-pangkalan utama dan Pangkalan Angkatan Laut. Masing-masing mempunyai fasilitas dan tugas.

KEKUATAN

Saat ini TNI AL memiliki sekitar 40 ribu prajurit, termasuk di dalamnya 13 ribu personel marinir dan seribu penerbang/personel udara AL. Kekuatan TNI AL secara garis besar sebagai berikut:

(A) Kapal Republik Indonesia (KRI) berjumlah 116 kapal, 8 KRI dalam status konservasi, proses penghapusan, dan cadangan. Sisanya, 108 KRI, dibagi menjadi tiga kelompok kekuatan:

1. Kekuatan Pemukul (Striking Force) terdiri dari 14 KRI yang memiliki persenjataan strategis:
- 2 kapal selam kelas Cakra.
- 3 perusak kawal rudal (PKR) kelas Fatahillah dan 1 PKR kelas Ki Hajar Dewantara serta 4 kapal cepat roket (KCR) kelas Mandau.
- 2 kapal cepat torpedo (KCT) kelas Ajak.
- 2 buru ranjau (BR) kelas Pulau Rengat.

2. Kekuatan Patroli (Patrolling Force) berjumlah 46 KRI.

3. Kekuatan Pendukung (Supporting Force) berjumlah 48 KRI, terdiri dari: 8 angkut tank (AT) kelas Teluk Langsa, 4 AT kelas Teluk Semangka, 2 AT kelas Teluk Banten, 8 AT Kelas Frosch, 1 markas (MA) kelas Multatuli, 6 penyapu ranjau (PR) kelas kondor, 5 bantuan cair minyak (BCM), 1 bengkel apung (BA) kelas Jayawijaya, 3 bantu tunda (BTD), 3 bantu umum (BU), 1 bantu angkut personel (BAP) kelas Tanjung Kambani, 3 bantu hidrooseanografi (BHO) kelas Pulau Rondo, 1 BHO kelas Dewa Kembar, dan 2 kapal latih.

(B) Kapal Angkatan Laut (KAL) adalah kapal patroli yang berfungsi untuk mendukung Pangkalan TNI AL (Lanal) dalam melaksanakan tugas-tugas patroli keamanan laut dan tugas-tugas dukungan lainnya.

(C) Pesawat udara berjumlah 61 unit, terdiri dari 48 sayap tetap dan 13 sayap putar.

(D) Peralatan tempur korps marinir sejumlah 417 kendaraan tempur (ranpur), tetapi 307 ranpur berusia di atas 30 tahun, 37 ranpur berusia 21-30 tahun, sisanya 73 ranpur berusia 1-10 tahun.

PAGAR LAUT

Kekuatan TNI AL terdiri dari dua Komando Armada, masing-masing Armada Timur di Surabaya dan Armada Barat di Jakarta. Masing-masing membawahi sejumlah pangkalan utama.

Pangkalan Utama I (Lantamal I) di Belawan, membawahi 4 Pangkalan Angkatan Laut, meliputi Sabang, Sibolga, Teluk Bayur, dan Dumai. Satu Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Sabang, dan dua fasilitas pemeliharaan dan perbaikan (Fasharkan) di Sabang, Belawan.

Pangkalan Utama II (Lantamal II) di Jakarta, membawahi 7 Pangkalan Angkatan Laut, meliputi Bengkulu, Palembang, Cirebon, Bandung, Panjang, Banten, Bandung, dan Bangka Belitung.

Selain itu, memiliki satu fasilitas pemeliharaan dan perbaikan di Pondok Dayung, Jakarta. Fasharkan Pondok Dayung ini sekarang memiliki kemampuan membuat kapal patroli jenis KAL ukuran 28-35 meter.

Pangkalan Utama III (Lantamal III) di Surabaya membawahi lima Pangkalan Angkatan Laut, meliputi Cilacap, Semarang, Yogyakarta, Banyuwangi, dan Mataram.

Pangkalan Utama IV (Lantamal IV) di Makassar, membawahi empat Pangkalan Angkatan Laut, meliputi Kendari, Palu, Balikpapan, dan Banjarmasin.

Mako Pangkalan Utama V (Mako Lantamal V) di Jayapura, membawahi tiga Pangkalan Angkatan Laut, meliputi Sorong, Biak, dan Manokwari.

Mako Pangkalan Utama VI (Mako Lantamal VI) di Ternate.

Pangkalan Utama VII (Lantamal VII) di Tanjung Pinang membawahi 6 Pangkalan Angkatan Laut, yaitu Batam, Pontianak, Tarempa, Ranai, Tanjung Balai Karimun, dan Dabo Singkep. Lantamal Tanjung Pinang memiliki satu fasilitas pemeliharaan dan perbaikan (Fasharkan) di Mentigi yang punya kemampuan membuat kapal patroli (KAL) 12, 28, dan 35 meter.

Di samping itu, memiliki 2 Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) berada di Matak, Kepulauan Natuna, dan di Tanjung Pinang/Kijang.

Pangkalan Utama VIII (Lantamal VIII) di Maluku membawahi Pangkalan Angkatan Laut Ambon.

Inod/Koran Tempo


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

KSAL : Saya Masih Perwira Aktif, Belum Pensiun
HBL Mantiri: Tank Scorpion Sesuai Dengan Alam Indonesia
Pembelian Tank Scorpion, Bukti Di Inggris Bisa Dipakai Di Indonesia
Kasus Scorpion, Pemerintah Tunggu Proses Hukum di Inggris
TNI AL Baru Tangkap 15 Pembajak
DPR akan Ajukan Hak Angket untuk Pembelian Tank Scorpion
Wismoyo dan Hartono Teken Pembelian Scorpion
TNI AL Berhasil Tangkap Bajak Laut di Singkep
Kerabat Tutut : Hartono Mau Cuci Tangan
Teten Masduki: Pembelian Tank Scorpion Terindikasi Korupsi
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah TNI AU
Kekuatan TNI AL
Spesifikasi F-16
Profil Endriartono Sutarto
Kepres RI No. 97 Thn.2003 Tentang Pernyataan Perpanjangan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Militer Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Kepres RI No. 71 Thn.2003 Tentang Penghapusan Keadaan Darurat Sipil Di Provinsi Maluku
Kepres RI No. 59 Thn.2003 Tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Di Lingkungan Lembaga Tertinggi / tinggi Negara
> selengkapnya...

Website

TNI
TNI Angkatan Darat
TNI Angkatan Udara
TNI Angkatan Laut
Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [6]

Berita Terakhir

Buruh Bentrok Dengan Satgas KJRI di Hongkong
Masyarakat Lebih Akrab dengan Mencoblos
Pemungutan Suara Pemilu 2009 Memakan Waktu Lebih Lama
Soetrisno Bachir Harapkan Gaet Pendukung Gus Dur
Biaya Operasional Pengelolaan Sampah Minim

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data