|
Nasional
Antek-antek Soeharto Kembali Lagi
Senin, 13 Desember 2004 | 17:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Cangklong tidak lepas dari jari kanan Oetoyo Oesman. Semenit sekali mantan Menteri Kehakiman di masa Presiden Soeharto ini mengisap rokok yang ada di cangklong tersebut. ?Kami minta semua DPD II tetap kukuh pada pendiriannya memperjuangkan hak suara dalam Munas nanti,? ujar Oetoyo kepada 81 pengurus DPD tingkat II (Kabupaten dan Kota) di Indonesia.
Rabu (2/12) siang di. Hotel Altet Century Park, Senayan, Jakarta, Oetoyo memang mengumpulkan 81 pengurus Golkar dari 434 DPD Dati II di seluruh Indonesia. Selain Oetoyo, ikut hadir juga mantan menteri di era Orde Baru, seperti Moerdiono, Azwar Anas (mantan Menteri Perhubungan), Sulasikin Moerpratomo, Nani Sudarsono. dan Muladi.
Sepanjang pertemuan, sesepuh Golkar yang tergabung dalam Hasta Karya ini memberi dukungan bagi Wiranto sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar. Sebaliknya, caci maki dan cibiran bagi Akbar Tandjung tidak kalah derasnya dalam forum yang dipimpin langsung Ketua Soksi Oetoyo Oesman itu.
Oetoyo terus mengompori pimpinan Golkar daerah agar terus ngotot memperjuangkan posisi mereka di Munas Golkar. Dia mengangguk-angguk, kala beberapa pengurus DPD II Golkar mengancam akan memboikot dan meninggalkan arena Munas jika hak suara bagi mereka tetap tidak diakomodasi panitia. ?Ini pilihan terbaik, buat apa kita datang tetapi tidak memiliki hak suara,? ujar seorang pengurus DPD II Kota Lampung yang tidak mau disebutkan namanya.
Move yang dilakukan Oetoyo dan kawan-kawan memang sudah dilakukan sejak November lalu. Sebelumnya mereka mengadakan pertemuan di kediaman mantan Wakil Presiden Soedharmono. Pak Dhar, mantan Ketua Umum Golkar ini, juga ikut-ikutan menolak Akbar yang pernah menjadi ?muridnya.?. Dia meminta Akbar tidak mencalonkan diri lagi. ?Agar organisasi Golkar menjadi lebih baik,? katanya usai pertemuan yang dihadiri mantan menteri di era Soeharto.
Selain kelompok Oetoyo, mantan pejabat Orde Baru lainnya juga berkiprah di politik. Misalnya yang dilakukan Jenderal (Purn) R Hartono, mantan KSAD dan Menpen, yang mendirikan Partai Karya Peduli Bangsa, yang disokong Keluarga Cendana. Dalam kampanye pemilu lalu, tanpa sungkan-sungkan Hartono menyebut dirinya sebagai ?antek Orde Baru/Soeharto? Namun Hartono jantan, karena dia berani lepas dari Golkar dan mendirikan partai lainnya.
Akbar sendiri tenang saja menghadapi sodokan sesepuh Golkar yang baru kali ini teriak-teriak mengurusi partai. ?Di mana mereka waktu partai kita dikejar-kejar, diteror dan diancam ?,? tanyanya Menurut Akbar, kader Golkar harus mencermati di mana sesepuh Golkar itu berada selama lima tahun lalu. Partai Gokar, kata dia, kini sudah eksis dan kuat. Tak mengherankan bila banyak yang membidik kursi pucuk pimpinan.
Ecep S. Yasa/uwd
|