|
Nasional
Mudik Lewat Jalur Alternatif
Senin, 08 November 2004 | 15:59 WIB
Mudik Lewat Jalur Alternatif
Jalur utama Pantai Utara (Pantura) agaknya tetap menjadi jalur utama yang akan ditempuh para pemudik yang akan akan pulang ke kampung halaman di wilayah
Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura dan Bali.
Namun, konsekuesinya, pemudik yang akan melalui "jalur tengkorak" ini harus rela bermacet ria mengingat terjadinya penyempitan jalan dan pasar tumpah yang ada di sejumlah lokasi, terutama di wilayah Indramayu dan Cirebon.
Sebenarnya, ada sejumlah jalur alternatif yang bisa ditempuh untuk menghindari jalur primadona ini.
Pemudik dari Jakarta, menuju Cirebon atau Jawa Tengah selepas jalan tol Jakarta - Cikampek, bisa memanfatkan pintu gerbang keluar tol Sadang, Purwakarta.
Dari sana, perjalanan diteruskan melalui ruas jalur alternatif Sadang-Kalijati-Subang-Sanca-Cijelag-Cikamurang, sejauh sekitar 100 kilometer.
Dari Cikamurang lalu keluar di daerah Tomo. Ada dua pilihan, belok kiri melewati
Cirebon atau kanan lewat Majalengka. Kondisi jalan di jalur alternatif tersebut lebih baik
ketimbang kondisi jalur utama Pantura.
Atau, pemudik bisa memanfaatkan poros Sadang-Kalijati-Subang-Jalan
Cagak-Cisalak-Sumedang sejauh 63 kilometer, untuk
seterusnya masuk Malangbong, Garut dan masuk Jawa lewat
daerah Majenang-Cilacap.
Jalan disepanjang jalur alternatif ini juga sudah dihotmix, hanya saja, jalannya agak sempit dan banyak kelokann. Pengemudi harus ektra hati-hati. Hal lain, soal keberadaan SPBU BBM juga langka.
Jalur alternatif lainnya, yakni poros Sadang-Kalijati-Subang-Ciater-Tangkubanparahu-Lembang-Bandung. Di ruas jalur ini, apa pun sudah tersedia lengkap, mulai dari rumah makan, statsiun BBM, juga tempat peristirahatan.
Mana jalur pilihan anda, silahkan mencoba. Selamat Mudik.
Nanang Sutisna ? Tempo
|