Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Narasi  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Nasional

"Saya Tidak Diberi Kesempatan Membela Diri"
Senin, 27 September 2004 | 17:16 WIB

Dalam pemecatan ini, tadinya kami, saya dan teman-teman lainnya akan tetap menempuh jalan organisasai sekaligus hukum untuk menyelesaikan persoalan. Untuk jalan hukum dua orang sebagai tim penasihat kita adalah Nudirman Munir dan Tisnaya I Kartakusuma.

Sebelum dipecat, saya sempat dihubungi Agung Laksono dan Theo L. Sambuaga. Namun dalam pertemuan itu hanya sepihak dan tidak ada kesempatan saya membela diri. Bahkan secarik kertas yang dibawa Agung dan Theo lebih merupakan surat ultimatum. Bagi saya sulit meneken surat itu karena sangat sepihak.

Konflik di tubuh Golkar ini saya merasa sudah pada titik paling rendah dari konflik dan perbedaan pendapat yang pernah terjadi sebelumnya. Karena ada di titik terendah, maka sulit mengembalikan posisi partai ini kembali ke posisi sebelum digelarnya pemilu.

Apa yang dilakukan Akbar Tandjung, harus dimintakan pertanggungjawaban dalam Musyawarah Nasional (Munnas) Partai Golkar nanti. Sebab, keputusan memecat saya dan teman-teman selain menyalahi aturan organisasi, juga melanggar Anggaran Dasar/Anggran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.

Saya sebenarnya sangat memahami posisi Akbar yang kalut, panik, lalu membuat keputusan nekat, karena ada tekanan dari pihak luar. Selama sejarah Golkar, pemecatan belum pernah terjadi. Ini karena Akbar panik, lalu ngamuk, nekat dan kalap.

Bagi kami, segala langkah Akbar Tandjung merupakan tanggung jawab pribadi Akbar dan partai harus dilepaskan dari tanggung jawab atas kegagalan kepemimpinan Akbar. Kesimpulannya posisi partai yang terpuruk akibat dari kebijakan DPP yang dikomandani Akbar. Salah satunya kekeliruan berkoalisi dengan PDI P dan Mega-Hasyim.

Makanya tidak ada alasan bagi Akbar untuk tidak mundur mengingat sebentar lagi Akbar sudah tidak lagi menjadi ketua DPR. Sehingga selain keputusan mundur secepatnya, realitas koalisi kebangsaan sudah tidak ada lagi di DPR.

Soal pernyataan Akbar yang memilih akan menjadi oposisi, bagi kami itu tidak lebih sebagai sikap pribadi dan bukan sikap Partai Golkar. Alasannya, pernyataan itu bertetangan dan mengkhianati warga Golkar sendiri yang nyata-nyata memilih pasangan Yudhoyono – Kalla.

Untuk itu saya menyerukan kepada seluruh jajaran Golkar untuk menyimpulkan bahwa langkah Akbar sepenuhnya tanggung jawab Akbar sendiri. Golkar sebagai organisasi partai politik, sama sekali tidak bertanggung jawab dengan terhadap keputusan itu.

Sebagai orang yang memiliki integritas seharusnya Akbar sadar jika gagal mengambil keputusan politik dan menyangkut kepentingan publik, harus segera meletakkan jabatannya sebagai ketua umum DPP Partai Golkar. Jadi tidak perlu menunggu Munas.

Ecep S. Yasa – Tempo


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Anton Lesiangi Diultimatum 2x24 Jam
DPD Partai Golkar Sumsel Tak Ingin Ikut Campur
Akbar Tandjung: Ketua DPR Jatah Partai Golkar
Amien Rais: Koalisi Kebangsaan Tak Mudah Kuasai Parlemen
Sultan Siap Jembatani Perseteruan Akbar Tanjung-Fahmi Idris Cs
Fahmi Idris Kritik Akbar Tanjung
Marzuki Darusman cs Temui Sultan
FPPG Ancam Buka Kembali Kasus Bulog Akbar
Akbar Dituntut Mundur di Munas
Koalisi Kebangsaan Siap Beroposisi di Parlemen, Bila Kalah di Pilpres
> selengkapnya...


Referensi

"Saya Tidak Diberi Kesempatan Membela Diri"
“Koalisi Kebangsaan Jangan Tergoda Jabatan di Eksekutif”
Komentar Akbar Tandjung
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
Undang-Undang No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD
> selengkapnya...

Website

Situs Wiranto
Partai Keadilan
Partai Golkar


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data