|
Nasional
Komentar Akbar Tandjung
Senin, 27 September 2004 | 17:05 WIB
"Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar memberikan peringatan keras kepada 13 fungsionarisnya yang telah mendeklarasikan Golkar Pembaharuan yang mendukung SBY-Jusuf Kalla. Peringatan itu cukup keras. Inti surat tersebut untuk mengingatkan kembali kepada mereka agar melaksanakan hasil keputusan rapat pimpinan yang mendukung pasangan Megawati-Hasyim."
Akbar Tandjung di Jakarta, 2 September 2004
"Partai Golkar telah memberi peringatan kepada anggotanya yang melanggar ketentuan partai atau putusan Rapim Golkar. Satu kali, jika direspons positif, akan kami anggap selesai."
Akbar Tandjung seusai Ikrar Barisan Muda Koalisi Kebangsaan di Tennis Indoor Senayan Jakarta, 4 September 2004
"Saya belum tahu persis bagaimana pertemuan (Forum Pembaharuan Partai Golkar). Tapi saya coba akan mengecek dan memperlajari rencana tersebut beserta harapan para sesepuh untuk tidak ikuti undangan mereka."
Akbar Tandjung kepada wartawan seusai salat Jumat di kompleks DPR/MPR Senayan Jakarta, 10 September 2004
"Kami tidak bisa lagi mentolerir langkah mereka (Forum Pembaharuan Partai Golkar). Makanya tadi pagi sekitar jam 8 kami ambil keputusan memberhentikan mereka sementara sebagai anggota Partai Golkar. Sudah waktunya ambil tindakan, kalau tidak maka ini bisa mempengaruhi, berdampak pada keutuhan partai."
Akbar Tandjung sebelum kampanye dialogis Koalisi Kebangsaan di Semarang, 15 September 2004
"Keputusan rapat pleno tentang pemberhentian anggota Forum Pembaharuan Partai Golkar sifatnya masih sementara. Jika para fungsionaris partai beringin itu kembali dan tunduk kepada keputusan Rapimnas, maka masalahnya bisa dianggap selesai."
Akbar Tandjung, kepada wartawan usai salat Jumat di Komplek DPR/MPR, Senayan, Jakarta, 17 September 2004
"Setelah adanya pemecatan permanen terhadap sembilan aktivis Forum Pembaharuan, maka keanggotaan mereka gugur. Keanggotaan keduanya di lembaga legislatif juga gugur. Partai akan mengirimkan surat ke KPU dalam waktu dekat."
Akbar Tandjung usai usai melakukan pencoblosan di kompleks perumahan pejabat tinggi negara di Widya Cahdra, Jakarta, 20 September 2004
"Secara formal Partai Golkar tidak akan ikut kabinet Susilo Bambang Yudhoyono. Kalau ada kader Golkar yang masuk ya kami akan meminta dia memilih: menjadi menteri atau berhenti jadi anggota Golkar."
Akbar Tandjung di gedung MPR/DPR, Jakarta, 21 September 2004
"Pemecatan atas Fahmi Idris Cs. sudah bersifat tetap dan akan dipertanggung jawabkan dalam Musyawarah Nasional Partai Golkar 15 Desember mendatang di Denpasar, Bali. Keputusan tersebut merupakan keputusan resmi DPP Partai Golkar dan bukan keputusan pribadinya sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar."
Akbar Tandjung di Jakarta, 23 September 2004
Abdul Manan – Tempo
|