Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Narasi  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Ekonomi dan Bisnis

Profil Miranda Swaray Goeltom
Rabu, 09 Juni 2004 | 10:34 WIB


Miranda Goeltom, biasa perempuan Batak ini dipanggil. Posisinya di Bank Indonesia kini makin mantap, pertanggal 8 Juni, ia resmi menggantikan Anwar Nasution sebagai Deputy Gubernur Senior Bank Indonesia.

Dalam soal hukum, seperti halnya Syahril Sabirin, Miranda pernah berurusan dengan Kejaksaan Agung. Ia nyaris menjadi tersangka dalam kasus Kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang juga melibatkan koleganya sesama Deputi Gubernur BI, Aulia Pohan, di masa Jaksa Agung Baharuddin Lopa. Tapi Miranda lebih beruntung ketimbang Syahril, karena tidak sampai terkena kurungan apalagi vonis penjara.

Nama : Miranda Swaray Goeltom
Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 19 Juni 1949

Pendidikan :

- Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
- World Bank di Washington DC (1976-1977)
- Project Planning Centre di Bradford
University, Inggris (1980).
- Master Ekonomi Politik Boston University, Amerika
Serikat
- Ph.D Ekonomi Boston University dengan Disertasi "Financial Liberalization, Capital
Structure, and Investment: An Empirical Analysis of
Indonesian Panel Data
, 1981-1988".

Karir :
- Dosen Universitas Inonesia Fakultas Ekonomi (1973)
- Staf Riset Program Perencanaan Nasional Bappenas UI
- Pembantu Ketua ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia)
- Konsultan Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, ESCAP
(Economic and Social
Commission for Asia and Pacific
) Bangkok, USAID
(United States Agency for
International Development
), MITI (Ministry of
International Trade and Industry
) Jepang.
- Koordinator structural issues PECC
(Pacific Economic Cooperation
Council
).
- Deputi Gubernur Bank Indonesia (1997)
- Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (2004)


Adek Media – Tempo News Room



 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Miranda Terpilih Gantikan Anwar Nasution
BI Naikkan Batasan GWM Giro Wajib Minimum Bank
Tiga Lembaga Tolak Pencalonan Deputi Gubernur Senior BI
Miranda dan Budi Rochadi Bersaing Ketat
BI Akan Berikan Insentif Aturan NPL
Dana Nasabah Bank Asiatic dan BDB Diputuskan Akhir Juni
BI Akan Naikan Giro Wajib Minimum
Warga Serbu Pegadaian
Deposan Bank Asiatic dan BDB Tuntut Pencairan Deposito
Terdakwa Korupsi BRI Keberatan Tuntutan Jaksa
> selengkapnya...


Referensi

Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Status Pengutang BPPN
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Minyak Dunia dan Listrik Pengaruhi Sumatera Barat
Warga Sayangkan Debat Pilgub Sum-Sel Tidak Lengkap
Mobile China Selangkah Lagi Gandeng iPhone
Bursa Amerika Anjlok
Sumatera Barat Dapat Penawaran Perdagangan Karbon

<< June,2004>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data