|
Ekonomi dan Bisnis
Buka Tutup Keran Impor Beras
Senin, 07 Juni 2004 | 10:28 WIB
Buka Tutup Keran Impor Beras
Oktober 2003
Pemerintah memperkirakan kebutuhan beras akan terjadi defisit kebutuhan beras menjelang puasa hingga tahun baru 2003. Berdasarkan data terbaru Departemen Pertanian, konsumsi beras pada Oktober, November, dan Desember yakni juta 6,76 juta ton. Padahal produksi beras pada periode yang sama hanyalah 3,79 juta ton.
Direktur Pengembangan dan IT Bulog Tito Pranolo menyatakan Indonesia mengalami defisit beras sebanyak 2,5 juta ton pertahun. Indonesia membutuhkan impor beras sekitar 600 ton per tahun.
Desember 2003
Indonesia dibombardir impor beras dari negara jiran Thailand dan Vietnam. Hal ini ditengarai memukul harga gabah di tingkat petani, sehingga pemerintah kesulitan untuk mempertahankan harga dasar gabah.
Januari - Juni 2004
Keran impor beras ditutup karena harga beras mengalami penurunan dan produksi dalam negeri jauh lebih besar daripada konsumsi. Larangan impor ini ditetapkan satu bulan sebelum panen raya, selama panen raya, dan dua bulan setelah panen raya. Panen raya sendiri diperkirakan jatuh bulan Maret sampai Mei 2004.
Rencananya keran impor akan dibuka pada 20 Juni 2004. Larangan ini diatur dalam Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 9/MPP/Kep/1/2004 mengatur tentang ketentuan impor beras.
Juli 2004
Larangan impor beras diperpanjang. Menteri Pertanian, Bungaran Saragih, mengungkapkan pada bulan Juli larangan impor beras akan diperpanjang. Dengan mekanisme perpanjangan dilakukan tiap bulan sehingga evaluasi berlaku setiap bulan.
Anastasia, Fitrio – Tempo News Room
|