Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Narasi  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Nasional

Apa Kata Hamzah Haz
Selasa, 18 Mei 2004 | 19:35 WIB

TEMPO Interaktif

"Ketika Presiden Megawati Soekarnoputri terpilih, perekonomian kembali membaik. Hal tersebut perlu dipertahankan, agar pertumbuhan perekonomian, tetap terjaga."

Hamzah Haz tentang prioritas program jika menjadi wakil presiden, setelah ditanya MPR. Hal itu dikatakannya di di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (25/7/2001).


"Kalau itu terjadi, bukan meningkatkan kesejahteraan rakyat tetapi malah menyengsarakan rakyat semakin dalam."

Hamzah Haz tentang kebocoran sekitar 40 persen Dana Alokasi Umum (DAU) yang dikirimkan pemerintah pusat ke pemerintah daerah, dalam APBN 2001, yang dikatakan pada Hari Aksara Internasional ke-36 di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 27 November 2001.


"Tanpa ada recall, saya pikir itu merugikan demokrasi kita. Sebab itu membuat anggota parlemen sangat kebal. Ini juga menyulitkan kita."

Dikatakan Hamzah Haz usai salat Jumat di Masjid Al Furqan, Gedung Dewan Dakwah Islamiyah, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2002).


"Selama (pernyataan) itu tidak ditujukan kepada pemerintah dan tidak mengganggu hubungan formal kedua negara, buat apa kita bereaksi."

Hamzah Haz menanggapi pernyataan pejabat Amerika Serikat soal terorisme, yang diucapkan usai membuka “Seminar Agraria”, di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Kamis, 26 September 2002.


"Lembaga Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dibubarkan saja karena tidak punya kehormatan lagi melindungi negara-negara kecil."

Wakil Presiden Hamzah Haz tentang ketidakberdayaan PBB terhadap beberapa negara besar, seperti Amerika Serikat, yang dikatakan kepada wartawan di Palu, Rabu, 26 Maret 2003, usai berpidato pada peringatan ulang tahun PPP ke-30 di lapangan sepak bola Walikota Palu.


"Pemerintah Amerika sebaiknya lebih kooperatif dalam menangani kasus terorisme."

Hamzah Haz menanggapi tidak adanya kesempatan pemerintah Indonesia bertemu Hambali, yang dikatakan usai membuka Mukernas PPP di Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2003.


"Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Anti Terorisme tidak dimaksudkan sebagai payung hukum bagi pemerintah untuk menangkapi tokoh-tokoh Islam garis keras."

Hamzah Haz, saat ditemui wartawan, usai melepas rombongan Safari Remaja Berprestasi Anti Madat V Tahun 2002, di Istana Wakil Presiden, Senin, 21 Oktober 2002.


"Kualitas dan tingkat sumber daya manusia kita baru sebatas TKI atau TKW, karena pemerintahan terdahulu sama sekali tak pernah memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia."

Hamzah Haz, saat memberi sambutan dalam pembukaan Lokakarya Penguatan Kelembagaan dan Pengembangan Pesantren se-Indonesia di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Rabu, 16 Oktober 2002.


"Kejadian-kejadian bom yang lalu belum ada kaitan dengan kalangan Islam radikal seperti Abu Bakar Ba’asyir, Ja’far Umar Thalib, dan Habieb Rizieq."

Hamzah Haz mengomentari pemboman Bali yang disebut-sebut sebagai ulah kelompok Islam militan di Indonesia, yang terkait dengan jaringan terorisme internasional dan Al Qaidah. Hal itu dikatakan kepada wartawan usai sidang kabinet, Senin, 14 Oktober 2002.


"Kalau tujuannya untuk menciptakan keamanan, dan dapat dikerjasamakan dengan efektif, tentu saja itu menjadi hal positif."

Hamzah Haz tentang pemekaran Badan Intelijen Nasional (BIN) ke daerah-daerah, yang dikatakan kepada pers, usai buka puasa bersama di Mabes Polri, Kamis (28/11/2002).


"Penutupan Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, kita serahkan pada peraturan yang berlaku. Kan ada Menteri Pendidikan Nasional, Departemen Agama. Bilamana ada perguruan yang tidak memenuhi syarat tentu saja akan dibubarkan."

Hamzah Haz meminta ide penutupan Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Solo, tidak dipolemikkan. Hal itu dikatakan kepada wartawan usai salat Jumat di Masjid Jami Al-Ikhlash, Jalan Kayu Manis VI, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2003).


"Itu mutlak kebijakan presiden. Presiden kan punya kebijakan melibatkan atau tidak melibatkan Menkopolkam dalam rapat. Bisa saja presiden sudah mendapat masukan dari panglima di Aceh, sehingga tidak perlu lagi melibatkan Menkopolkam."

Hamzah Haz menyarankan agar Menkopolkam Susilo Bambang Yudhoyono menanyakan langsung kepada Presiden Megawati soal isu pengucilan dirinya. Hal ini disampaikan Hamsah dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Rabu (3/3).


"Pertama, melaksanakan sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai jantung Pancasila secara konsekuen dan konsisten. Oleh karena itu, Pancasila harus menjadi dasar pembentukan visi dan misi masa depan bangsa. Bagi umat Islam Indonesia, sila Ketuhanan Yang Maha Esa adalah tauhid, karena pada dasarnya dalam falsafah Pancasila telah terkandung nilai-nilai aqidah dan syariat Islam, yaitu sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai hablumminallah, dan empat sila lainnya sebagai hablumminannas.

Kedua, menjadikan pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pilar pembangunan, sehingga sesudah menyelesaikan pendidikan mereka dapat bekerja dan menciptakan lapangan kerja.

Ketiga, membangun perekonomian rakyat, petani dan nelayan, dengan mensinergikan kekuatan pengusaha besar dengan para pelaku koperasi, pengusaha kecil dan menengah.

Keempat, memberi nilai ekonomi dan kesejahteraan terhadap pelaksanaan otonomi daerah yang tercermin dalam peningkatan kualitas pendidikan, iptek, dan kesehatan.

Kelima, mengoptimalkan seluruh potensi nasional untuk mewujudkan kemandirian bangsa. Oleh karena itu, demokrasi dan penegakan hukum mutlak diperlukan."


Lima kebijakan pembangunan yang ditawarkan Hamzah Haz. Pidato 9 Maret 2004.


"Tentu kita akan taat, apabila UU memang meminta seperti itu."

Hamzah Haz bersedia mengganti semua biaya fasilitas negara yang digunakan selama kampanye sebagai Ketua Umum PPP. Hal itu dikatakan kepada wartawan di kantor PPP wilayah Aceh, Selasa (16/3).


"Bila PPP memerintah, maka anggaran pendidikan sebesar 40 persen."

Hamzah Haz saat berorasi di hadapan massa pendukungnya di Gelora Bung Karno, Senayan, Sabtu (27/3).


"Suara PPP dibawah sekitar delapan persen, secara fatsun politik PPP menunggu PDIP."

Hamzah Haz usai pembukaan Musyawarah Kerja Nasional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, di Istana Negara, Senin (19/4/2004) siang.


"Yang penting, antara Ibu dengan Saya tidak ada masalah, apakah Ibu memilih saya atau Pak Hasyim (Muzadi)."

PDIP menerima visi dan misi PPP sebagai syarat koalisi. Hal ini dikatakan Hamzah Haz, kepada wartawan di Istana Wakil Presiden, Rabu (28/4/2004)


"Apa yang terganjal di hati Gus Dur, kita rasakan itu."

Hamzah Haz tentang hambatan kesehatan dalam pencalonan Abdurrahman Wahid sebagai presiden. Hal itu dikatakan usai pertemuan dengan Gus Dur, yang berlangsung sekitar 1,5 jam di rumah dinas Direktur Bank Mandiri itu, Minggu (2/5/2004).


"Semua kemungkinan ada, tapi harus disesuaikan."

Hamzah Haz menyatakan dirinya masih terbuka untuk berduet dengan capres dari partai manapun. Hal itu dikatakan kepada wartawan saat menghadiri acara haul orang tua Zainuddin MZ di kediaman Zainuddin, Minggu (2/5/2004).


"Tidak ada lagi yang perlu diragukan. Saya sarankan untuk diterima. Jawaban pak Hasyim, ia sudah siap berdampingan dengan ibu Mega."

Hamzah Haz menyarankan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan presiden mendatang. Hal itu dikatakan seusai bertemu dengan Hasyim di rumahnya, Jakarta, Senin (3/5/2004).


"Agum Gumelar dipilih menjadi calon Wakil Presiden mendampingi saya, bukanlah karena beliau seorang yang berlatarbelakang militer, melainkan karena berbagai keunggulan pribadinya, yang diharapkan dapat memberi nilai tambah, sehingga pasangan saya dan Agum Gumelar dapat memenangkan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Agum memang berlatar belakang militer, tetapi beliau juga seorang yang keluasan pergaulannya menembus batas-batas kelompok. Dengan profil Agum seperti itu, saya yakin, Insya Allah bersama saya, beliau akan memenangkan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu 2004 ini."

Hamzah Haz berpidato pada deklarasi capres dan cawapres (11/5/2004).


"Saya melapor bahwa saya diberi amanat partai untuk menjadi capres. Cuma etisnya, saya dulu yang diterima Presiden baru Pak Agum (Gumelar). Yang penting semua tugas sudah berjalan, misalnya penyusunan RAPBN 2005."

Kata Hamzah Haz usai pertemuan dengan Presiden Megawati Soekarnoputri di rumah dinas Presiden, Jalan Teuku Umar 27, Jakarta Pusat, Rabu (12/5/2004).


"Jika terpilih menjadi presiden, tak akan mengisi struktur kabinetnya dengan politisi. Tapi, kabinet mendatang akan diduduki para profesional."

Hamzah Haz mengatakannya seusai acara Maulid Nabi Muhammad SAW di kediamannya di Tegalan, Jakarta Timur, Sabtu (15/5/2004).


Pusat Data dan Analisa Tempo


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mahfud Bantah Masuk Tim Kampanye Wiranto
KPU Wajibkan Tim Kampanye Nonaktif Sebagai Pejabat Publik
SOKSI Siap Menangkan Pasangan Wiranto-Solahuddin
PPP Optimis Raih Dukungan Keluarga TNI
Hasyim Muzadi Bantah Tolak Non Aktif
Anggota KPU Bali Diteror Melalui SMS
Panglima Tegaskan Netralitas TNI
PDS Deklarasikan Dukungan Pada Mega-Hasyim
PDIP Masih Buka Pintu Koalisi
Tiga Strategi SBY Menangkan Pilpres
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Apa Kata Hamzah Haz
Tim Kampanye Calon Presiden
Syarat Kesehatan Calon Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Perubahan Atas UU No. 3 Tahun 1999 Tentang Pemilu
UU RI No.12 Thn.2003 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, Dan DPRD
> selengkapnya...

Website

Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Hamzah Has
Situs PKS di Belanda
Situs PKS di Jepang
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data