|
15 Menit Terakhir Hidup Fatur Rohman al-Ghozi
Senin, 10 Mei 2004 | 17:09 WIB
TEMPO Interaktif :
Kematian Fathur Rohman al-Ghozi telah terjadi, Minggu (12/10/2003) lalu. Namun, proses kematiannya masih menjadi kontroversi. Keluarga pria asal Madiun itu memutuskan melakukan otopsi, suatu proses medis untuk mengetahui berbagai fakta kematiannya. Mampukah ini menjawab berbagai misteri?
Ajal Versi Resmi
Sebuah laporan dari tim pemburu Ghozi menulis kronologi penyergapan buronan nomor satu Filipina itu. Tempo News Room mendapatkan bocoran laporan itu.
- Minggu, 12 Oktober:
Aparat Filipina menerima informasi bahwa Fathur Rohman al-Ghozi akan melewati Kota Pigcawayan, Cotabato, Filipina Selatan.
Lepas magrib, kota Pigcawayan diguyur hujan deras. Sebanyak 20 personel bersenjata lengkap, terdiri dari polisi dan tentara yang tergabung dalam Police Anti-Crime Emergency Respons (PACER), mendirikan pos pemeriksaan darurat untuk mempersempit ruas jalan. Drum dan palang dipasang di ruas jalan antara Cotabato dan General Santos. Pigcawayan adalah kota di pertengahan Cotabato, General Santos, dan Davao.
- Pukul 19:15.
Sebuah mobil minicab biru tanpa pelat nomor dan satu unit sepeda motor datang dari Cotabato menuju pos pemeriksaan. Mobil yang berpenumpang tiga orang itu belakangan diketahui membawa Ghozi, yang memakai celana training, itu berbalik arah begitu mendekati pos. Pasukan PACER melakukan pengejaran, tapi belum terjadi kontak tembak.
- Pukul 19.25.
Mobil Ghozi berhenti, dua orang yang belum diketahui identitasnya melarikan diri. Ghozi melepaskan tembakan dari dalam mobil. Pasukan PACER membalas, dan terjadi kontak senjata yang singkat.
- Pukul 19.30.
Ghozi tertembak dalam jarak dekat. Dua butir peluru M-16 menembus dada, satu di pinggang, satu di lengan kiri, dan satu di punggung.
Ghozi yang terluka segera dilarikan ke Rumah Sakit Midsayap, tak jauh dari lokasi penembakan. Dokter memastikan, Ghozi sudah tewas. Mayatnya kemudian dibawa ke General Santos untuk disimpan di rumah penyimpanan jenazah Collado.
- Senin, 13 Oktober dini hari
Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao memperoleh kabar kematian Ghozi.
Barang bukti:
- Pistol Colt kaliber 45
- Hasil tes parafin menunjukkan adanya bubuk mesiu di tangan kiri Ghozi
- Versi lain dari Angkatan Bersenjata Filipina menyebutkan, Ghozi membawa granat yang siap diledakkan.
Tanda Tanya
Versi resmi kematian Ghozi mendapat bantahan dan mengundang tanda tanya. Inilah di antaranya:
- Gubernur Cotabato Utara dan kepolisian setempat, yang mendapat laporan dari warga, menyebutkan, hanya ada dua atau tiga kali tembakan di tempat Ghozi dilaporkan tertembak. Padahal, Ghozi diumumkan tewas dengan lima luka tembak.
- Pers dan oposisi Filipina juga mempertanyakan waktu pengumuman, yang dekat dengan waktu kedatangan Presiden Amerika Serikat George W. Bush ke negara itu.
- Wirawan Adnan, pengacara Ghozi, mempertanyakan posisi luka tembak di tubuh Ghozi yang tepat dari arah depan. "Saya bukan ahli perang," katanya, "tapi saya kira posisi tembak tidak bisa tepat dari depan bila Ghozi benar-benar melakukan perlawanan. Ia pasti merunduk."
Otopsi
Tindakan medis terhadap mayat yang kerap dijuluki Suara Kematian. Otopsi ini dilakukan untuk mengetahui berbagai hal tentang ajal, antara lain:
Penyebab kematian:
(i) sakit atau dibunuh
(ii) alat yang digunakan untuk membunuh
(iii) jarak tembak bila korban mati ditembak
(iv) posisi penembak dibandingkan korban
(v) jenis peluru
(vi) waktu kematian
Pusat Data dan Analisa Tempo
|