|
Akhir Perjalanan Fathur Rohman al-Ghozi
Senin, 10 Mei 2004 | 16:54 WIB
TEMPO Interaktif :
Kawasan Pigcawayan, Cotabato Utara, Filipina, menjadi akhir pelarian Fathur Rohman al-Ghozi, pria Madiun yang kepalanya --hidup atau mati-- dihargai Rp 1,6 miliar. Ghozi tewas oleh lima peluru, entah dalam pertempuran seperti apa, karena kematiannya memiliki banyak versi.
- Kamis, 9 Oktober 2003. Militer Filipina mengatakan Ghozi telah terkepung di kawasan Pigcawayan, Cotabato Utara
- Ahad, 12 Oktober 2003, pukul 19.30 waktu setempat. Militer Filipina melakukan penyergapan
- Militer Filipina terlibat baku tembak dengan Ghozi dan dua rekannya
- Ghozi tewas, tapi dua rekannya berhasil melarikan diri. Kepala Polisi General Santos, Kolonel George Aquisap mengatakan, Ghozi tertembak lima kali, di antaranya di dada, tangan kiri, dan punggung.
Versi Lain Kematian Ghozi
- Gubernur Cotabato Utara Emmanuel Pinnol mengatakan, tidak benar terjadi tembak-menembak antara Ghozi dan aparat di wilayahnya. Polisi memang melaporkan ada dua atau tiga suara tembakan di tempat Ghozi dilaporkan terbunuh, disusul kaburnya sekelompok sipil yang tak diketahui identitasnya, yang menggunakan truk bak terbuka.
- Sebuah surat kabar di Manila memberitakan, Ghozi sebetulnya telah ditangkap, tapi pemerintah akan mengumumkannya menjelang atau saat kedatangan Presiden Amerika George W. Bush--sebagai "jamuan".
Pusat Data dan Analisa Tempo
|