Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Narasi  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Nasional

Jejak Hambali
Senin, 10 Mei 2004 | 13:27 WIB

TEMPO Interaktif, :
Hambali, hingga kini masih menjadi sosok misterius. Laki-laki yang disebut-sebut sebagai otak berbagai pemboman di Indonesia, dipercaya masih berada di tahanan Amerika Serikat. Pemerintah Indonesia, sama sekali tidak mendapat akses bertemu Hambali secara langsung.

Kabar terakhir tentang Hambali menyebutkan, pemerintah AS telah mengirimkan segepok hasil interograsi Hambali ke polisi Indonesia, yang di dalamnya menyebutkan keterlibatan Abu Bakar Ba'asyir dalam jaringan teroris internasional.

Berikut ini adalah jejak Hambali:

- Hambali meninggalkan Indonesia setelah meledakkan bom Natal 24 Desember 2000. Lokasi peledakannya serentak dari Medan (15 titik), Batam, Pekan Baru, Jakarta (7 titik), Bandung (3 titik), Pangandaran, Sukabumi, Mojokerto, dan Nusa Tenggara Barat.

-Polisi menemukan bukti forensik dan penyidikan bom Natal mengungkapkan peledakan dilakukan satu kelompok, pengendalinya Hambali. Hambali terdeteksi berada di Indonesia, tepatnya Cianjur. Dilacak ke Cianjur sudah kabur ke Malaysia.

-Para tersangka yang ditangkap dalam bom Natal menyebut Hambali sering keluar masuk Indonesia – Malaysia sebagai pedagang batik.

-Polisi bentuk tim gabungan Polda Jawa Barat dan Markas Besar Polri berangkat ke Malaysia untuk menangkap Hambali. Polisi Diraja Malaysia membantu tim selama 12 hari dan ternyata Hambali sudah kabur ke Timur Tengah pertengahan tahun 2001. Keterangan itu dari saksi Ahmad Sajudi, warga Indonesia di Malaysia yang mengurus paspor dan visa Hambali.

-Tim kembali ke Indonesia kemudian berpesan ke polisi Malaysia agar sewaktu-waktu Hambali ke Malaysia ditangkap. Dalam Paspor diketahui Hambali beserta isterinya diketahui berangkat ke Pakistan berdasarkan pelacakan ke Kantor Imigrasi Malaysia

-Februari 2002, ada informasi Hambali di Bangkok untuk memimpin rencana peledakan bom berikutnya yang kemudian terjadi ledakan bom di Bali.

-Dari Bangkok, Hambali bersembunyi di perkampungan di Kamboja Selatan (Kampung Champ), lalu bergeser lagi ke Satani (Thailand Selatan).

-Polisi kehilangan jejak Hambali, termasuk kepergiannya ke Afghanistan. Polisi Indonesia sulit melacak karena keterbatasan ruang gerak masuk ke negara lain.

-Kemudian terjadi Bom Bali Desember 2001, yang dalam rencana sebelumnya tidak disebut spesifik. Mereka hanya menyebut "Amalia" (sandi pengeboman) di kawasan Jihad Mantigi Dua (Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara Barat).

-Polisi kesulitan menangkap Hambali di Indonesia, Kepala Polri Jenderal Da'i Bachtiar membentuk Joint Task Force dengan Australia, Thailand, Singapura, Fillipina, untuk mengejar Hambali. Joint Task Force ini sepakat untuk saling membagi informasi keberadaan dan menangkap Hambali.

-Akhirnya 12 Agustus 2003, Hambali ditangkap di Thailand. Kini, keberadaannya masih dirahasiakan, namun dikabarkan ada di Guantanmo, Kuba.

- Pemerintah Indonesia berulang kali meminta kepada pemerintah AS agar mendapat akses bertemu Hambali secara langsung.

- Januari 2004, pemerintah Indonesia --yang diwakili Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono-- masih belum berhasil memperoleh akses dari pemerintah AS, untuk bertemu Hambali secara langsung.

- Pertengahan Maret 2004, Kepala Polri Jenderal Da'i Bachtiar menyatakan tengah mempelajari berkas yang berisi hasil intergrasi dengan Hambali yang diberikan pihak intelijen AS. Menurut Da'i, jika menurut informasi tersebut terbukti keterlibatan Abu Bakar Ba'asyir dalam jaringan teroris internasional, maka polisi langsung memeriksa Ba'asyir.

Pusat Data dan Analisa Tempo


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ayah Amrozi Meninggal Tanpa Pesan
Ba'asyir Salat Jumat di Masjid Mabes Polri
Lima Mahasiswa Kunjungi Ba'asyir di Mabes Polri
Polisi Belum Bisa Tentukan Jenis Bom
Ledakan di Pekanbaru, Dua Tewas
Tim Pengacara Muslim Protes Penangkapan Pendukung Ba'asyir
Mahasiswa dengan Polisi Bentrok
Ba'asyir Dipindah ke Mabes Polri, MMI Solo Unjuk Rasa
Ba'asyir Ditahan Empat Bulan
42 Pendukung Ba'asyir Ditangkap Polisi
> selengkapnya...


Referensi

Paketan Bom di Indonesia
Teror Bom di Indonesia (Beberapa di Luar Negeri) dari Waktu ke Waktu
Jejak Hambali
Jamaah Islamiyah
Amrozi
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data