Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Narasi  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

NU Versus NU
Jum'at, 07 Mei 2004 | 09:23 WIB

Megawati akhirnya mengumumkan secara resmi berpasangan dengan KH Hasyim Muzadi. Apakah peluang pasangan ini sebaik hari pengumumannya, bila harus bertarung melawan pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid? Ahli ilmu politik dari Universitas Airlangga, Daniel Sparingga, menghitungnya.

A. NU
Suara NU disebut-sebut berjumlah sekitar 36-40 juta. Sparingga memperkirakan, suara itu akan habis diperebutkan dua pasangan. Alasannya, sebagian besar warga nahdliyin tinggal di pedesaan yang sangat taat kepada kiai. Perebutan kiai inilah yang akan mewarnai hari-hari menjelang pemilihan presiden dan wakilnya.

B. Mega-Hasyim

Kelebihan
1. Pasangan ini memiliki organisasi besar dan infrastruktur yang sudah jadi, yakni PDIP dan NU.
2. Sekitar 19 juta orang memilih PDIP karena faktor Mega. Dengan demikian, di atas kertas suara itu pasti akan memilihnya. Mega memiliki tabungan awal paling besar dibandingkan calon lain.
3. Hasyim bisa menambah suara Mega bila mampu merangkul kiai-kiai berpengaruh.
4. Pasangan ini mewakili arus besar dua ideologi, yakni nasionalis tengah dan Islam moderat.

Kelemahan
1. Megawati dipersepsikan tidak memiliki kepemimpinan yang kuat. Padahal, faktor ini sekarang memiliki nilai jual yang sangat tinggi.
2. Meski sudah memimpin NU, Hasyim Muzadi belum teruji di wilayah publik.

Kemungkinan Langkah
1. Pasangan ini akan merebut ulama-ulama berpengaruh.
2. Hasyim Muzadi akan lebih "cerewet" dan menonjol, untuk menarik perhatian publik.


C. Wiranto-Salahuddin

Kelebihan
1. Wiranto memiliki strategi dan infrastruktur yang hebat, terbukti dengan kemenangannya di konvensi Partai Golkar. Ia menggunakan jaringan lama, sekaligus membangun jaringan baru.
2. Pasangan ini dalam posisi merebut, sehingga dipastikan akan all out menggunakan setiap daya dan kesempatan.
3. Didukung oleh pemilik modal, yang berorientasi pada stabilitas.
4. Wiranto menggandeng spektrum luas, dari nasionalis hingga kekuatan Islam paling kanan sekalipun.
5. Wiranto mengkombinasikan pendekatan tradisional dan strategi modern, melalui pembentukan opini dan pengalihan isu.
6. Salahuddin mewakili kelas bangsawan NU, karena dia adalah "bani Wahid".
7. Salahuddin didukung Abdurrahman, yang masih berpengaruh di NU.

Kelemahan
1. Energi dan konsentrasi Wiranto akan sering terbagi untuk menangkis isu-isu negatif terhadapnya.
2. Tabungan politiknya masih baru, karena sekitar 20 juta pendukung Golkar tidak memilih karena faktor figur calon presiden.
3. Jika proses rekonsiliasi pendukung Wiranto dan pendukung Akbar Tandjung tidak mulus, bukan tidak mungkin akan terjadi intrik penggembosan.

Kemungkingan Langkah
1. Akan banyak dilakukan pengalihan isu, untuk menepis tudingan negatif kepada Wiranto.
2. Pendekatan ke kiai-kiai berpengaruh akan semakin sering dilakukan Wiranto.


Sumber: Koran Tempo/wawancara dengan Daniel Sparingga


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Hamengkubuwono X Balas Surat Terbuka Gus Dur
Yudhoyono - Kalla Resmi Daftar ke KPU, 10 Mei
SBY Adakan Pertemuan Tertutup
Cak Nur: Hasyim Muzadi Khianati Khitah NU
Tiga Parpol Telah Ajukan Gugatan Pemilu
Yudhoyuno Kunjungi Cak Nur
Sultan-Gus Dur Tegang
PPP Tinggal Punya Dua Opsi
Hasyim Diyakini Rebut Mayoritas Suara NU
Hasyim Harus Nonaktif di PBNU
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
NU Versus NU
Electoral Threshold
Profil Hasyim Muzadi
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU RI nomor 31 Tahun 2002 Tentang Partai Politik
Keputusan KPU No. 07 Tahun 2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kampanye Pemilu 2004
> selengkapnya...

Website

Partai Demokrat
Info Pemilu
Anti-Politisi Busuk
Politisi Busuk
Partai Keadilan
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [0] komentar


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data