|
Makassar
Kronologi Penyerbuan ke Kampus UMI
Minggu, 02 Mei 2004 | 16:22 WIB
PENYERBUAN polisi ke kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, berbuntut panjang. Selain mengakibatkan sekitar 60 mahasiswa terluka, Kapolda Selawesi Selatan Irjen Pol. Yusuf Manggabarani dicoopot dari jabatannya. Inilah kronologinya.
Sabtu, 1 Maret 2004
11.00 Wita
Ratusan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia berdemo di Jl. Urip Sumoharjo, Makassar, menuntut pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir.
12.30 Wita
Puluhan Mahasiswa dari berbagai elemen kampus berdemo di depan kantor Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan.
13.00 Wita
Para demostran itu bentrok dengan polisi menyebabkan 26 orang pengunjuk rasa diamankan di Kantor Polresta Makassar, Timur, Jl AP Pettarani.
13.45 Wita
Mahasiswa yang berdemo tiba-tiba menyandera seorang polisi bernama Briptu Sudirman. Mahasiswa menuntut agar ke-26 mahasiswa yang diamankan itu dilepaskan.
14.00 Wita
Ratusan polisi menyerbu masuk ke dalam kampus UMI untuk membebaskan anggota polisi yang disandera oleh mahasiswa.
15.30 Wita
Puluhan mahasiswa yang terluka diangkut ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dirawat. Seorang mahasiswa tetembak di paha, dan seorang lagi terserempet peluru di bagian kepala.
Kapolwiltabes Komisaris Besar Polisi Drs H Yose Rizal, Kapolres Makassar Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Eko Supriyanto, dan Kapolsekta Panakukkang Ajun Komisi Polisi Parambungan dicopot.
Minggu, 2 Mei 2004
- Kapolri Jendral Polisi Da'i Bachtiar mencopot Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Yusuf Manggabarani. Yusuf dicopot berdasarkan keputusan Dewan Kebijakan Tinggi (Wanjakti) Polri, Minggu pagi, setelah adanya arahan dari Presiden Megawati Sukarnoputri. Irjen Polisi Saleh Sa'af akan menggantikan posisi Yusuf.
- Mabes Polri mengirimkan tim dari Jakarta yang dipimpin oleh Wakil Kepala Pusat Profesi Komisaris Besar Mustofa untuk menyelidiki peristiwa itu.
- Civitas akademika UMI, Minggu siang, mengeluarkan pernyataan sikap institusi tersebut. Intinya, UMI mengutuk keras tindakan represif aparat keamanan. Selain itu, menuntut Kapolri menindak tegas aparatnya dan memprosesnya melalui hukum. Civitas akademika UMI juga mendesak Kapolri meminta maaf secara intitusional melalui media cetak dan elektronik lokal dan nasional.
- Mahasiswa Universitas 45, Universitas Muhammadiyah (Unismuh), dan Institut Agama Islam Negeri IAIN(Alauddin) menggelar aksi solidaritas dengan menutup jalan di depan kampus masing-masing dan membakar ban-ban bekas.
(Manan - Berbagai sumber)
|