Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Narasi  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
   

Diare
Jum'at, 26 Maret 2004 | 11:21 WIB

Saat hujan turun terus menerus, berbagai penyakit akan mudah terjangkit. Apalagi jika banjir melanda, berbagai kotoran ikut menyerbu yang tentunya berbagai kuman dan bakteri seperti E Coli, Salmonella dan Staphilococcus ikut tersebar. Saat itulah, diare mengancam semua orang. Diare yang sangat berhubungan dengan kebersihan akan sangat mudah menyerang anak-anak, karena belum bisa menjaga kebersihannya sendiri.

Seseorang menderita diare bila frekuensi buang air besar telah melampaui kebiasaannya dengan kotoran encer dan banyak cairan. Diare yang terus menerus mungkin merupakan gejala penyakit berat seperti tipus, cholera dan kanker usus. Diare sangat berbahaya, karena cairan tubuh akan sangat berkurang karena muntah dan buang air besar. Pada tingkatan yang lebih parah, nafsu makan akan menurun, tubuh semakin lemah, karena kekurangan cairan. Sehingga diare berat bisa membahayakan jiwa.

Tapi penyebab diare sebenarnya adalah anxietas atau rasa cemas, keracunan makanan, infeksi virus dari usus dan alergi terhadap makanan tertentu. Secara umum, gejala diare adalah frekuensi buang air besar melebihi normal, kotoran encer atau cair, sakit atau kejang perut, demam dan muntah pada beberapa kasus. Saat itu juga, akan terjadi komplikasi, seperti dehidrasi (mata cekung, kulit tidak elastis dan sedikit buang air kecil).

Jika terkena diare, yang bisa dilakukan adalah minum banyak cairan, menghindari makanan padat atau yang tidak berperasa selama 1-2 hari, minum cairan rehidrasi oral-oralit dan memeriksakan diri ke dokter bila bertambah berat. Jika diare menyerang bayi, sebaiknya segera dibawa ke dokter.

Untuk mencegah serangan diare, ada banyak hal yang bisa dilakukan, seperti mencuci tangan dengan baik setiap habis buang air besar dan sebelum menyiapkan makanan. Makanan yang ada harus ditutup untuk mencegah kontaminasi lalat, kecoa dan tikus. Selain itu, hal-hal kecil tapi preventif juga bisa dilakukan, seperti memberikan makanan dan minuman matang kepada anak-anak, tidak memakan makanan mentah, tambahan vitamin untuk menjaga kondisi tubuh.

Levi Silalahi, Berbagai Sumber


 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wabah Diare di Sumbawa Meluas
Malpraktek Dokter Kasus HIV/AIDS
Ratusan Karyawan RSCM Unjuk Rasa
Menteri Kesehatan Kunjungi Pasien Demam Berdarah
Menteri Minta Warga Tetap Waspadai Demam Berdarah
Demam Berdarah Berakhir Mei-Juni
Depkes Akan Panggil Empat Dinas Kesehatan Provinsi
Pemerintah Subsidi Pengobatan Penderita HIV/AIDS
Pemerintah RRC Bantu US$20 Ribu untuk Demam Berdarah
LBH Kesehatan Lantik Menteri Kesehatan Bayangan
> selengkapnya...


Referensi

Tetanus
Rabies
Malaria
UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
PP RI No.39 Thn.1995 Tentang Penelitian Pengembangnan Kesehatan
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1331/ Menkes / SK / X / 2002. Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No.167 / KAB / B.V I I I / 1972. Tentang Pedagang Eceran Obat
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data