|
Tuduhan terhadap Wiranto
Selasa, 16 Maret 2004 | 10:38 WIB
MENGHADAPI pemilihan presiden, Wiranto setidaknya menghadapi empat tuduhan pelanggaran hak asasi manusia. Sebagian energinya kini harus digunakan untuk menangkis tudingan-tudingan itu.
A. Peristiwa Trisakti
Tragedi berdarah ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti pada 12 Mei 1998. Komisi Penyelidik Pelanggaran HAM yang dibentuk menyimpulkan, dia patut dianggap bertanggung jawab atas peristiwa ini. Namun, DPR memutuskan sebaliknya.
Keterangan:
Berkas ini terkatung-katung di Kejaksaan Agung. Lembaga ini mengelak dari melakukan penyidikan dengan alasan DPR telah memutuskan peristiwa ini bukan pelanggaran HAM berat.
B. Kerusuhan Mei 1998
Kerusuhan yang memakan korban hingga ratusan, atau bahkan ribuan, orang ini terjadi pada 13-14 Mei 1998 di sejumlah kota seperti Jakarta, Medan, dan Solo. Tim Gabungan Pencari Fakta yang dibentuk pemerintah tidak secara tegas menyebutkan keterlibatannya. Namun, Komnas HAM yang kembali menyelidiki kasus ini tahun lalu menyimpulkan, ia patut diduga bertanggung jawab. Tim yang dipimpin Salahuddin Wahid itu bahkan sempat memanggil dia secara paksa karena tak pernah memenuhi panggilan.
Keterangan:
Berkas ini terkatung-katung di Kejaksaan Agung.
C. Peristiwa Semanggi I dan II
Tragedi berdarah yang kembali memakan korban mahasiswa ini terjadi pada November 1998 dan Oktober 1999. Komnas HAM menyelidiki kasus ini bersamaan dengan penyelidikan kasus Trisakti. Hasilnya, Wiranto dianggap bertanggung jawab.
Keterangan:
Berkas ini terkatung-katung di Kejaksaan Agung.
D. Timor Timur
Aksi bumi hangus setelah jajak pendapat di Timor Timur ini dianggap sebagai pelanggaran HAM berat. Sebagai Panglima TNI, Wiranto dianggap tidak melakukan tindakan yang seharusnya dia lakukan. Dalam penyelidikan di dalam negeri, namanya lolos dari jerat hukum. Namun, Unit Kejahatan Serius bentukan PBB di Timor Leste menganggapnya bersalah. Lembaga itu bahkan mengeluarkan surat perintah penangkapan, yang dianulir oleh pemerintahan Xanana.
Sumber: PDAT, Tokoh Indonesia, Buku Bersaksi di Tengah Badai
|