|
 Tempo edisi 5-11 Juni 2000
Siapa Dusta di Antara Kita
INILAH hari-hari terakhir Syahril Sabirin sebagai gubernur bank sentral. Jaksa Agung Marzuki Darusman membuka kemungkinan keterlibatan Syahril dalam skandal Bank Bali. Perkara yang bisa membawa Syahril ke kursi tersangka adalah dugaan kehadirannya dalam pertemuan 11 Februari 1999 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selatan. Pertemuan ini disebut-sebut menjadi kunci pembuka kasus Bank Bali. Dalam pertemuan itu, patgulipat pencairan tagihan interbank Bank Bali senilai Rp 1,4 triliun dirancang.
Sejauh ini, dalam kesaksian di bawah sumpah, baik dalam pemeriksaan Kejaksaan Agung maupun persidangan, Syahril tetap menyatakan tidak tahu dan tak hadir dalam pertemuan itu. Tapi, Firman Soetjahja, yang datang pada pertemuan itu mewakili pihak Bank Bali, menegaskan bahwa Syahril hadir di sana.
Peristiwa delapan tahun itu seolah berulang dalam kasus megaskandal suap Bank Indonesia kepada parlemen. Kali ini anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Aulia Pohan, yang menjadi sorotan. Dia disebut-sebut terlibat dalam skandal ini.
Provinsi Timor Timur
17 Juli 1976-25 Oktober 1999
HARI ini, 32 tahun lalu, Presiden Soeharto mengesahkan Timor Timur sebagai provinsi Indonesia ke-27. Ketetapan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1976, yang disahkan Majelis Permusyawaratan Rakyat/Dewan Perwakilan Rakyat dua hari sebelumnya. Dalam sebuah upacara di Bina Graha, Soeharto menyerahkan duplikat bendera Indonesia dan salinan naskah proklamasi kepada Arnoldo Dos Reis Araujo dan Francisco Lopes da Cruz, yang kemudian menjadi gubernur dan wakil gubernur pertama provinsi itu.
Integrasi itu ternyata tidak langgeng. Tak sampai seperempat abad, pada 25 Oktober 1999, Indonesia menyerahkan provinsi tersebut kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ini konsekuensi dari hasil jajak pendapat di provinsi itu, yang memilih merdeka ketimbang terus bergabung dengan Indonesia.
Tentara Nasional Indonesia secara resmi meninggalkan Timor Timur pada 30 Oktober 1999, ditandai dengan penurunan bendera Merah-Putih pada pukul 09.00 waktu setempat di Dili. Kini, negeri itu bernama Timor Leste. ”Leste” berarti timur dalam bahasa Portugis, negeri yang menjajah wilayah tersebut selama sekitar 450 tahun.
|