Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 21/XXXVII/14 - 20 Juli 2008
   
Kartun

8 tahun Lalu

Tempo edisi 5-11 Juni 2000

Siapa Dusta di Antara Kita

INILAH hari-hari terakhir Syahril Sabirin sebagai gubernur bank sentral. Jaksa Agung Marzuki Darusman membuka kemungkinan keter­libatan Syahril dalam skandal Bank Bali. Perkara yang bisa membawa Syahril ke kursi tersangka adalah dugaan kehadirannya dalam pertemuan 11 Februari 1999 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selatan. Pertemuan ini disebut-sebut menjadi kunci pembuka kasus Bank Bali. Dalam pertemuan itu, patgulipat pencairan tagih­an interbank Bank Bali senilai Rp 1,4 triliun dirancang.

Sejauh ini, dalam kesaksian di bawah sumpah, baik dalam pemeriksaan Kejaksaan Agung maupun persidangan, Syahril tetap menyatakan tidak tahu dan tak hadir dalam pertemuan itu. Tapi, Firman Soetjahja, yang datang pada pertemuan itu mewakili pihak Bank Bali, menegaskan bahwa Syahril hadir di sana.

Peristiwa delapan tahun itu seolah berulang dalam kasus megaskandal suap Bank Indonesia kepada parlemen. Kali ini anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Aulia Pohan, yang menjadi sorotan. Dia disebut-sebut terlibat dalam skandal ini.

Provinsi Timor Timur

17 Juli 1976-25 Oktober 1999

HARI ini, 32 tahun lalu, Presi­den Soeharto mengesahkan Timor Timur sebagai provinsi Indonesia ke-27. Ketetapan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1976, yang disahkan Majelis Permusyawaratan Rakyat/Dewan Perwakilan Rak­yat dua hari sebelumnya. Dalam sebuah upacara di Bina Graha, Soeharto menyerahkan duplikat bendera Indonesia dan salinan naskah proklamasi kepada Arnoldo Dos Reis Araujo dan Francisco Lopes da Cruz, yang kemudian menjadi gubernur dan wakil gubernur pertama provinsi itu.

Integrasi itu ternyata tidak langgeng. Tak sampai seperempat abad, pada 25 Oktober 1999, Indonesia menyerahkan provinsi tersebut kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ini konsekuen­si dari hasil jajak pendapat di provinsi itu, yang memilih merdeka ketimbang terus bergabung dengan Indonesia.

Tentara Nasional Indonesia secara resmi meninggalkan Timor Timur pada 30 Oktober 1999, ditandai dengan penurunan bendera Merah-Putih pada pukul 09.00 waktu setempat di Dili. Kini, negeri itu bernama Timor Leste. ”Leste” berarti timur dalam bahasa Portugis, negeri yang menjajah wilayah tersebut selama sekitar 450 tahun.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data