|
LUPA DARATAN. Ini penyakit yang biasa datang kepada mereka yang sudah sepuh. Gara-gara disorientasi ruang itu, mereka kerap kesulitan mencari toilet atau tempat minum kopi terdekat. Nah, penghuni panti jompo di Betuweland Nursing Centre, Desa Bemmel, Belanda, punya alat bantu agar tak ”lupa daratan”.
Namanya: Tongkat Navigasi. Tongkat beroda buatan Arnhem-Nijmegen University, Belanda, itu akan memberi tahu arah melalui layar komputer berteknologi layar sentuh. Di layar itu juga terdapat lima tombol. ”Setiap tombol memiliki simbol seperti ’toilet’ dan ’secangkir kopi’,” kata Clark. Pencetlah tombol tersebut, maka tanda panah ke tempat itu bakal muncul.
Nowack Clark, kepala proyek pembuatan Tongkat Navigasi, mengklaim alatnya mudah dipakai oleh orang-orang berusia lanjut. ”Bahkan untuk yang gagap teknologi,” ujarnya.
Pada Mulanya Bintang Buatan
Salah satu teknologi kunci pada Tongkat Navigasi adalah satelit penentu posisi. Inilah sejarah satelit ini.
1957
Rusia meluncurkan Sputnik ke orbit bumi. Peluncuran ini menghadirkan pengetahuan baru bahwa ”bintang buatan” dapat dipakai untuk navigasi.
1960
Ahli satelit Ivan Getting mengajukan usul untuk membangun sistem penentu posisi berbasis multisatelit.
1978
Amerika Serikat meluncurkan satelit pertama untuk program penentu posisi berbasis satelit. Dinamai Navstar-GPS (Navigation System with Timing and Ranging-Global Positioning System), program ini diadakan untuk kepentingan militer. Semula hanya terdiri atas 11 satelit, jumlahnya pada Maret lalu mencapai 32 buah.
1982
Uni Soviet meluncurkan satelit pertama program Glonass sebagai tandingan Navstar.
1983
Akibat penembakan pesawat Korean Air Lines, Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan memerintahkan sistem Navstar-GPS digratiskan untuk kepentingan sipil.
|