Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 21/XXXVII/14 - 20 Juli 2008
   
Inovasi

Tongkat Antipikun

LUPA DARATAN. Ini penyakit yang biasa datang kepada mereka yang sudah sepuh. Gara-gara disorientasi ruang itu, mereka kerap kesulitan mencari toilet atau tempat minum kopi terdekat. Nah, penghuni panti jompo di Betuweland Nursing Centre, Desa Bemmel, Belanda, punya alat bantu agar tak ”lupa daratan”.

Namanya: Tongkat Navigasi. Tongkat beroda buatan Arnhem-Nijmegen University, Belanda, itu akan memberi tahu arah melalui layar kompu­ter berteknologi layar sentuh. Di layar itu juga terdapat lima tombol. ”Setiap tombol memiliki simbol seperti ’toilet’ dan ’secangkir kopi’,” kata Clark. Pencetlah tombol tersebut, maka tanda panah ke tempat itu bakal muncul.

Nowack Clark, kepala proyek pembuatan Tongkat Navigasi, mengklaim alatnya mudah dipakai oleh orang-orang berusia lanjut. ”Bahkan untuk yang gagap teknologi,” ujarnya.

Pada Mulanya Bintang Buatan

Salah satu teknologi kunci pada Tongkat Navigasi adalah satelit penentu posisi. Inilah sejarah satelit ini.

1957

Rusia meluncurkan Sputnik ke orbit bumi. Peluncuran ini menghadirkan pengetahuan baru bahwa ”bintang buatan” dapat dipakai untuk navigasi.

1960

Ahli satelit Ivan Getting mengajukan usul untuk membangun sistem penentu posisi berbasis multisatelit.

1978

Amerika Serikat meluncurkan satelit pertama untuk program penentu posisi berbasis satelit. Dinamai Navstar-GPS (Navigation System with Timing and Ranging-Global Positioning System), program ini diadakan untuk kepentingan militer. Semula hanya terdiri atas 11 satelit, jumlahnya pada Maret lalu mencapai 32 buah.

1982

Uni Soviet meluncurkan satelit pertama program Glonass sebagai tandingan Navstar.

1983

Akibat penembakan pesawat Korean Air Lines, Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan memerintahkan sistem Navstar-GPS digratiskan untuk kepentingan sipil.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data