Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 19/XXXVII/30 Juni - 06 Juli 2008
   
Indikator

Copot Jaksa Agung

Setujukah Anda, Jaksa Agung harus dicopot dari jabatannya karena sejumlah petinggi kejaksaan diduga terlibat suap dalam kasus yang melibatkan Artalyta Suryani?
Ya
72,05%513
Tidak
25,70%183
Tidak Tahu
2,25%16
Total100%712

Kamis pekan lalu, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Untung Udji Santoso kena godam kasus suap yang melibatkan ”broker” perkara Artalyta Suryani. Untung diberhentikan dengan tidak hormat.

Untung bukan ”korban” pertama. Sebelumnya, Jaksa Agung Hendarman Supandji sudah menonaktifkan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kemas Yahya Rahman. Kemas adalah atasan langsung Urip Tri Gunawan, yang menerima suap Rp 6 miliar dari Artalyta.

Tapi banyak yang tak puas. Mereka menuntut Jaksa Agung harus ikut lengser. Di antaranya Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di Dewan Perwakilan Rakyat, Mahfudz Siddiq. ”Jaksa Agung harus dicopot,” katanya. Bersama Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan memang paling vokal mendesak Presiden mengganti Hendarman. Pada 18-25 Juni lalu Tempo Interaktif melakukan jejak pendapat tentang soal ini. Hasilnya, mayoritas responden sepakat: Jaksa Agung harus diganti.

Komentar

Hendarman pasti tahu apa yang diperbuat anak buahnya. Dia harus bertanggung jawab.

Budi Pranoto, Jakarta

Saya yakin Hendarman orang baik dan bersih. Sayang, dia tidak bisa membawa institusi dan anak buahnya keluar dari kebiasaan buruk di masa lalu.

Putut, Jakarta

Yang ingin Hendarman turun jangan-jangan para koruptor.

Inglesjz Kemalawarto, Jakarta

Indikator Pekan Depan
Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat pada Selasa pekan lalu menyetujui pelaksanaan hak angket untuk menyelidiki keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak. Keputusan Dewan ini diambil melalui voting terbuka. Dari 360 peserta voting, hanya 127 yang tidak setuju.

Apakah Anda mendukung pelaksanaan hak angket kenaikan harga bahan bakar minyak? Kami tunggu jawaban dan komentar Anda di www.tempointeraktif.com


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data