Staf pengajar Fakultas Kehutanan IPB
KETIKA demam sepak bola melanda, kita diserbu berbagai ulasan dan komentar seputar olahraga paling populer ini lengkap dengan istilah yang menyertainya, baik di media massa maupun dalam obrolan di warung kopi.
Ada beberapa istilah sepak bola yang agak janggal dari segi tata bahasa ataupun logika. Misalnya kata sepak bola itu sendiri, mengapa bukan bola sepak, agar konsisten dengan nama jenis olahraga lain seperti bola voli atau bola basket. Kemudian bila merujuk ke istilah awalnya dalam bahasa Inggris yakni football, mengapa tidak dialihbahasakan menjadi bola kaki? Bukankah ada jenis olahraga lain yang bernama bola tangan? Ironisnya, hampir pada setiap narasi tentang pertandingan sepak bola, baik di media massa cetak maupun elektronik, kata sepak itu sendiri seolah dilupakan orang. Kata sepak dianaktirikan dan diganti dengan kata tendang, misalnya tendangan penjuru, tendangan bebas (bukan sepakan penjuru, sepakan bebas), atau tendangan kaki kiri dan kaki kanan David Beckham sama baiknya.
Istilah lainnya yang amat menggelitik logika namun sudah salah kaprah adalah si kulit bundar sebagai padanan bola sepak. Mengapa menggunakan kata bundar? Padahal kita semua tahu, bundar itu sifat fisik yang melekat pada benda pipih atau berdimensi dua, semacam kertas atau daun. Untuk benda tiga dimensi umumnya digunakan kata bulat, seperti bumi itu bulat, buah semangka juga bulat. Jadi seharusnya kita menyebut si kulit bulat untuk bola sepak, bukan si kulit bundar. Memang terasa agak janggal karena belum terbiasa, namun justru kata itu lebih logis.
Yang menggembirakan, beberapa terminolgi dalam dunia sepak bola tampaknya telah dialihbahasakan ke bahasa Indonesia, walaupun beberapa istilah masih sulit dicarikan padanannya. Istilah tendangan penjuru digunakan sebagai padanan corner kick, tendangan bebas untuk free kick, penjaga gawang untuk goalkeeper, dan wasit (berasal dari bahasa Arab waasith yang bermakna orang yang berdiri di tengah-tengah alias netral) untuk referee. Sementara ada beberapa istilah lain yang langsung saja diberi awalan me meskipun sebenarnya kata tersebut memiliki padanannya dalam bahasa Indonesia. Contohnya tackling atau tackle menjadi mentackle (padanannya menggasak), dan dribble menjadi mendribble (padanannya menggiring bola). Adapun istilah seperti kickoff, offside, atau diving sejauh ini belum pernah kita dengar padanannya dalam bahasa Indonesia. Bilapun padanannya dapat dirumuskan oleh ahli bahasa, belum tentu mengena sasaran makna sebenarnya, apalagi masyarakat luas, termasuk wartawan dan komentator di televisi, telanjur menyukai dan menikmati rasa bahasa istilah asing tersebut.
Ada satu istilah sepak bola yang sudah populer digunakan dalam bahasa Indonesia yang bermakna klub atau tim sepak bola (soccer team, football club), yaitu kesebelasan, dikarenakan pemainnya berjumlah sebelas orang. Anehnya, pola penamaan seperti ini tidak dapat diberlakukan untuk olahraga beregu lainnya, sehingga tampak tidak konsisten, misalnya regu bola basket tidak disebut kelimaan atau regu bola voli tidak disebut keenaman. Asal-usul kemunculan istilah kesebelasan itu serta tidak konsisten yang menyertainya, akan menarik untuk ditelusuri dan dikaji oleh para ahli bahasa.
Yang tak kalah menggelikan adalah pemakaian kata merumput yang dilekatkan kepada seorang pemain sepak bola profesional yang bergabung pada suatu klub. Misalnya ada media yang menulis Cristiano Ronaldo tetap akan merumput di klub Manchester United. Padahal kita semua mafhum, kata merumput sudah lama digunakan untuk menggambarkan aktivitas makan rumput pada komunitas hewan ruminansia seperti kambing, kerbau, atau sapi, sehingga kata ini bisa digunakan untuk kalimat: Kambing si Badu sedang merumput di tegalan.
Apakah pemakaian kata merumput untuk pemain sepak bola tersebut sudah pas dan mencerminkan suatu kreativitas berbahasa, atau justru refleksi kemalasan kita dalam menemukan istilah lebih tepat untuk menerangkan hal-hal yang baru? Kalau memang hal itu sebagai pertanda kemalasan kita, mungkin karena kita sering terserang demam, demam sepak bola yang memabukkan itu!