Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 13/XXXVII/19 - 25 Mei 2008
   
Pokok dan Tokoh

Mahathir Mohamad
Tak Mungkin Jadi Presiden

KENDATI tubuh sudah mulai ringkih, Mahathir Mohamad, 82 tahun, masih bersemangat dalam menyampaikan pikiran. Sabtu dua pekan lalu, bekas Perdana Menteri Malaysia itu hadir di Jakarta memberikan orasi ilmiah di depan lulusan terbaru Universitas Pancasila. Sepanjang pidato, berulang kali ia menekankan pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa.

Selepas orasi, ia sempat ditanyai, apa solusi yang tepat bagi segudang masalah dalam pendidikan Indonesia. Sambil lalu, Siswono Yudohusodo, Ketua Yayasan Universitas Pancasila, berkelakar, ”Siapa tahu (Mahathir) jadi Presiden Indonesia.” Kontan, hadirin tertawa. Namun Mahathir, yang pernah menjadi menteri pendidikan, lekas menukas, ”Itu tak mungkin.”

Masalah yang dihadapi Indonesia, menurut dia, jauh lebih besar daripada di Malaysia. ”Indonesia memerlukan satu nilai yang bisa dijadikan pegangan bersama,” katanya. Walau tahu pelaksanaannya tak mudah, ia percaya Indonesia masih punya harapan untuk maju.

Omong-omong, bila Malaysia dulu banyak belajar dari Indonesia, apakah sekarang masih ada yang bisa dipelajari? ”Tentu saja. Indonesia punya skala permasalahan yang berkali-kali lipat dari Malaysia. Kalau Indonesia bisa mengatasi suatu masalah besar, berarti kami dapat mengatasi masalah serupa dengan mudah,” ujarnya. Mahathir memang masih tangkas bicara.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data