Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 13/XXXVII/19 - 25 Mei 2008
   
Laporan Utama

Dari Tempat yang Akan Datang

PADA akhirnya kematianlah yang memisahkan mereka. Chairil Anwar mungkin tak pernah bermimpi memiliki cucu, seseorang yang kelak mengagumi sajak-sajaknya. Mochtar Lubis, si wartawan jihad, kini punya pengikut: seorang cucunya berkarier sebagai jurnalis. Mohammad Hatta hanya bisa dikenal Athar, cucu lelakinya, dari foto dan buku-buku.

Pada akhirnya kematianlah yang memisahkan mereka. Para pendiri republik itu pergi dengan cita-cita yang mungkin tak sepenuhnya terlaksana: tentang demokrasi yang tegak berdiri, dan orang ramai hidup tanpa perut keroncong.

“Di Karet, di karet (daerahku y.a.d),” kata Chairil. Pada akhirnya kematianlah yang memisahkan mereka.

Foto & teks: Yoseph Arkian

view pdf


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data