Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 13/XXXVII/19 - 25 Mei 2008
   
Kartun

8 TAHUN LALU

16 Januari 2000
’... Hidup 1.000 Tahun Lagi’

MEREKA adalah alasan Indonesia dikenang sepanjang masa. Lewat gagasan orisinal, keberanian melepaskan kungkungan feodalisme, pembelaan terhadap kebenaran, juga lewat gairah memberontak dari belenggu penjajahan, segelintir orang ini memunculkan harapan baru untuk bangsanya. Di tengah kegetiran masa perjuangan, dia berdiri tegak menyerukan optimisme bagi masyarakatnya. Di tangan merekalah sejarah lahir, dituliskan, dan dipakai sebagai bekal memupuk anak-anak negeri dalam perjalanan panjang Indonesia ini.

Sebagian dari orang-orang itu disebut pemimpin, yang dalam ungkapan Hatta disebut sebagai ”orang yang menghadapi kekuasaan kolonial dan memenangkan kemerdekaan bagi negerinya”. Ada pula seniman, seperti Chairil Anwar, yang di tangannya bahasa Indonesia menjadi hidup, cerdas, penuh vitalitas—sebelum ambruk di tangan para pejabat Orde Baru menjadi bahasa yang penuh hipokrasi. Karya mereka diakui dunia internasional, peran mereka ditorehkan di buku-buku sejarah.

Menengok kembali ke belakang sambil mencatat peristiwa penting bukanlah perkara mudah. Terlebih 100 tahun adalah rentang waktu yang teramat panjang. Tapi perjalanan Indonesia—susah ataupun senang—untungnya terekam lewat goresan karya: maklumat, peta, pidato, buku, catatan harian, ataupun fiksi. Dan tak sedikit dari karya itu memberikan arti penting bagi sejarah itu sendiri.



CATATAN

PUTIH
19 Mei
1998: Gedung Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta diduduki mahasiswa.

20 Mei
1908: Budi Utomo berdiri, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

21 Mei
1998: Presiden Soeharto mundur, digantikan Wakil Presiden B.J. Habibie.

22 Mei
1969: Apollo 10 terbang 15 kilometer dari bulan, sebagai bagian dari persiapan misi pendaratan manusia bulan.

24 Mei
1543: Nicolaus Copernicus menyatakan matahari sebagai pusat tata surya.

25 Mei
1810: Gubernur Hindia Belanda Herman Willem Daendels memindahkan ibu kota Bandung ke alun-alun kota sekarang.

HITAM
19 Mei
1981: Hamka mengundurkan diri sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia.

20 Mei
1883: Gunung Krakatau mulai meletus. Tiga bulan kemudian, letusan gunung itu mencapai puncaknya.

21 Mei
1956: Amerika Serikat mencoba bom hidrogen untuk pertama kalinya di Atol Bikini, Pasifik.

22 Mei
1939: Adolf Hitler (Jerman) dan Benito Mussolini (Italia) menandatangani fakta militer.

25 Mei
1953: Amerika Serikat mencoba kanon atom pertamanya di Gurun Nevada.

2001
TERMUDA
24 Mei
Temba Tsheri, 15 tahun, mencapai puncak Mount Everest.

TERTUA
25 Mei
Sherman Bull, 64 tahun, mencapai puncak Mount Everest.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
27/XXXVII/25 - 31 Agustus 2008

 

Berita lainnya

Teleskop Antariksa Baru Siap Sisir Jagat Raya - 29 Ags 2008 | 20:48 WIB
Elpiji Tidak Akan Naik Selama Puasa - 29 Ags 2008 | 20:48 WIB
Gadai Saham Bakrie Dianggap Wajar - 29 Ags 2008 | 20:33 WIB
Pemerintah Jamin Pasokan Kebutuhan Pokok menjelang Lebaran - 29 Ags 2008 | 20:32 WIB
Massa Gus Dur Demo KPU Jawa Timur - 29 Ags 2008 | 20:28 WIB
BI Siapkan Rp 77 Triliun untuk Lebaran - 29 Ags 2008 | 20:26 WIB
Kejaksaan Bojonegoro Periksa Staf Sekretariat Dewan - 29 Ags 2008 | 20:26 WIB
Puluhan Ribu Ton Gula Petani Tidak Laku - 29 Ags 2008 | 20:24 WIB
Lokalisasi Seks di Malang Tutup, Takut Diancam Banser - 29 Ags 2008 | 20:21 WIB
Lapangan Terbang Jember Dioperasikan Secara Komersil - 29 Ags 2008 | 20:18 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data