Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 13/XXXVII/19 - 25 Mei 2008
   
Indikator

Tak Perlu Bantuan Langsung Tunai

Setujukah Anda, sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak, rakyat miskin diberi bantuan Rp 100 ribu per keluarga?
Ya
19,19% 76
Tidak
76,26% 302
Tidak Tahu
4,55% 18
Total 100% 396

PEMERINTAH akan menaikkan harga bahan bakar minyak maksimal 30 persen pada pekan-pekan depan. Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Boediono, pemerintah belum memutuskan apakah kenaikan kali ini akan dilakukan bertahap atau sekaligus 30 persen.

Sebagai kompensasinya, pemerintah bakal mengguyurkan bantuan langsung tunai bagi masyarakat miskin Rp 100 ribu per keluarga. Hasil jajak pendapat Tempo Interaktif periode 7-14 Mei 2008 menunjukkan mayoritas responden tidak setuju rakyat miskin mendapat kompensasi Rp 100 ribu per keluarga akibat kenaikan harga minyak.

KOMENTAR

Pemberian bantuan Rp 100 ribu per keluarga tidak membantu rakyat secara signifikan. Seharusnya pemerintah memberikan bantuan berupa lapangan pekerjaan, bahan pokok murah, serta akses pendidikan dan kesehatan yang terjangkau oleh rakyat.

—Dani, Brebes

Alasan utama kenaikan harga bahan bakar minyak adalah agar pemerintah tidak tekor, bukan untuk menyejahterakan rakyat. Jadi, pemberian uang subsidi ke rakyat kecil hanya ”gula-gula” yang sama sekali tidak manis. Apalagi hal ini rawan penyelewengan oleh aparat.

—Putut, Jakarta

Kompensasi Rp 100 ribu yang diberikan pada masa lalu menyisakan banyak persoalan, dari kurang tepatnya sasaran hingga banyaknya biaya yang dibutuhkan untuk merencanakan dan mengawasi penyalurannya.

—Galumbang C. Sitinjak, Jakarta



Bahan Indikator Pekan Depan

Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat meminta Kejaksaan Agung segera meningkatkan status kasus kerusuhan Mei 1998 ke proses penyidikan, sehingga dalang kerusuhan itu dapat terungkap. ”Dari situ akan terlihat upaya Kejaksaan Agung sungguh-sungguh atau tidak,” kata Ketua Komisi Hukum Trimedya Panjaitan.

Apakah Anda yakin kejaksaan akan serius mengungkap dalang kerusuhan Mei 1998? Kami tunggu jawaban dan komentar Anda di www.tempointeraktif.com.



 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data