|
Presiden sudah beberapa kali berganti, tetapi pejabat-pejabat eselon satu dan di bawahnya banyak yang merupakan warisan Orde Baru. Karena itulah Presiden Yudhoyono berjanji akan melakukan penyegaran untuk melempangkan jalannya pemerintahan. Pergantian birokrat tak terelakkan.
Sebagian pejabat baru eselon satu telah dilantik atau menunggu pelantikan. Sebagian lain masih dalam genggaman Tim Penilai Akhir (TPA). Selama di TPA inilah tarik-ulur terjadi. Untuk mengetahui proses seleksi di dalam TPA, wartawan Tempo Arif Zulkifli, Widiarsi Agustina, Sunudyantoro, dan fotografer Arif Fadilah mewawancarai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Taufiq Effendi?salah satu anggota TPA?di kantornya, Kamis pekan lalu. Berikut petikannya.
Setelah enam bulan pemerintahan SBY, berapa banyak eselon satu yang sudah ditetapkan?
Dari keseluruhan, saat ini sudah 80 persen selesai. Tidak semua departemen mengajukan penggantian eselon I, contohnya kementerian yang saya pimpin. Umumnya penggantian terjadi pada departemen baru, misalnya perindustrian dan perdagangan. Keduanya sudah selesai dan sudah dilantik.
Siapa yang berinisiatif mengajukan calon?
Menteri bersangkutan. Masing-masing mengajukan penggantian lima, tiga, bahkan satu pejabat eselon I. Untuk tiap-tiap posisi, diajukan tiga kandidat. Sidang TPA dipimpin oleh Ketua TPA (Presiden), Wakil Ketua TPA (Wakil Presiden), Sekretaris TPA (Sekretaris Kabinet). Anggotanya adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Menteri Dalam Negeri, Menteri Sekretaris Negara, Kepala Badan Intelijen Negara, dan Kepala Badan Kepegawaian Negara.
Bagaimana mekanismenya?
Menteri mengajukan nama ke Sekretaris TPA, Pak Sudi Silalahi. Kemudian ia mengatur jadwal sidang. Dalam sidang, menteri memaparkan alasan mengusulkan orang itu. Sebelumnya, setiap kandidat dibuat skor berdasarkan pendidikan, lama masa kerja, dan lain-lain. Tidak selalu pemilik skor tertinggi yang terpilih. Yang pertama ditanya adalah menteri terkait. Lalu, ditanyakan ke anggota TPA lain.
Kapan seorang kandidat pejabat eselon I dinyatakan lulus?
Setelah menteri memaparkan calonnya, Sekretaris TPA bertanya apakah calon itu memiliki masalah. Jika tidak, ya, terus. Bisa jadi anggota TPA lain mengatakan, oh dia ada masalah. Mereka menjelaskan masalah itu. Lalu menteri pengaju menjelaskan lagi. BKN meneliti segi kepegawaian.
Umumnya, apa alasan penolakan terhadap satu kandidat tertentu?
Biasanya karena golongan tidak sesuai. Untuk jabatan dirjen, deputi menteri, dan staf ahli memang harus pegawai negeri yang telah mencapai jabatan di eselonnya.
Siapa yang biasanya menolak?
Siapa saja, bisa kelimanya menolak. Tidak ada killer di sana.
Dengan aturan itu, sulit untuk merekrut kalangan profesional untuk menjadi pembantu menteri?
Tidak bisa. Makanya, saya mengusulkan ada staf khusus di kementerian (yang bisa direkrut dari kalangan profesional). Itu baru diusulkan, belum diputuskan, tapi orang-orang malah ramai.
Sebagai ketua tim, kabarnya Presiden jarang datang?
Sekali-sekali (dia datang). Tapi kan ada Wakil Presiden. Rata-rata 40 persen pertemuan dihadiri Presiden.
Jika TPA sudah membuat keputusan yang tidak dihadiri Presiden, bisakah Presiden menganulir keputusan itu?
Semua keputusan TPA bersifat sah. Kecuali kalau ada yang signifikan (yang salah), Presiden bisa menolak. Tapi sampai hari ini beliau belum pernah menolak.
Kabarnya kepentingan Presiden dalam TPA diwakili oleh Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Betulkah dia punya peranan besar?
Saya rasa tidak.
Sebagai orang yang menerima usulan calon pejabat eselon I dari menteri, apakah Sudi bisa menyeleksi para kandidat?
Tidak bisa. Meski undangan rapat TPA datang dari Pak Sudi, tapi kan dalam undangan itu dilampirkan usulan dari menteri bersangkutan.
Ada kesan TPA lamban bekerja. Menteri-menteri mengeluh karena tidak segera punya pembantu?
Itu bagi saya aneh. Dia kan menterinya. Ya dia dong yang usul. Dia punya hak mengganti, kan?
Pejabat eselon satu departemen mana saja yang sudah dilantik?
Setahu saya Departemen Perindustrian, Perdagangan, Kesehatan, Polkam, Hukum dan HAM, Keuangan, BIN, Pekerjaan Umum, Pendidikan Nasional, dan sebagian Departemen Pertahanan.
Mengapa Kementerian BUMN belum selesai? Betulkah banyak kepentingan untuk posisi ini?
Ehm... (Menteri Taufiq menarik napas panjang). Mengapa belakangan, ya? Saya juga tidak tahu.
Karena ini posisi sensitif dan basah?
Ha-ha-ha..., yak'e (kira-kira begitulah).
|