|
Suntikan Penghilang Kecanduan
Inilah solusi bagi Anda yang tidak telaten minum obat secara teratur buat mengatasi kecanduan alkohol. Anda cukup datang ke dokter sebulan sekali untuk mendapatkan suntikan naltrexone. Lama-kelamaan, kebiasaan menenggak minuman keras bakal terkikis.
Efektivitas cara itu telah diteliti oleh Dr Helen Pettinati dan rekan-rekannya dari Lembaga Jurnal Medis Amerika Serikat. Hasilnya dipublikasikan lewat jurnal itu pada Rabu pekan lalu.
Dalam penelitiannya, Helen melibatkan 627 pasien yang kecanduan alkohol. Setelah diberi suntikan naltrexone sebulan sekali dalam jangka panjang, mereka bisa menghilangkan kebiasaan minum minuman keras. Cara ini lebih efektif dibanding menggunakan pil yang harus diminum setiap hari.
Naltrexone adalah bahan yang bisa mengurangi keinginan untuk minum alkohol. Obat ini dapat memblok bagian otak yang merasa senang saat minum alkohol. Sebenarnya naltrexone sudah biasa digunakan dalam bentuk tablet. Hanya, cara ini kurang berhasil karena orang kadang-kadang lupa atau malas minum tablet setiap hari.
Suntikan naltrexone akan semakin manjur jika dipadukan dengan konseling. Bagaimanapun, para pecandu harus diberi motivasi untuk menghindari alkohol. "Orang dengan motivasi yang kuat lebih mudah menghilangkan kebiasaannya daripada yang tidak memiliki motivasi," ujar Helen.
Manfaat Mengelola Stres
Ternyata stres amat berpengaruh terhadap orang-orang yang menderita penyakit jantung. Terbukti, dengan cara mengelola stres, risiko seseorang terkena serangan jantung bisa dikurangi. Inilah temuan sejumlah peneliti dari Universitas Kedokteran Duke, Amerika Serikat, yang diumumkan baru-baru ini.
Penelitian dilakukan terhadap 134 orang penderita penyakit jantung. Mereka dibagi tiga kelompok dan diamati selama empat bulan. Kelompok pertama hanya menerima pengobatan rutin. Kelompok kedua menerima pengobatan dan olahraga teratur. Adapun kelompok terakhir mempraktekkan pengelolaan stres sebagai tambahan dari olahraga dan pengobatan rutin.
Ternyata kelompok yang menjalani terapi pengelolaan stres memiliki kesehatan jantung yang lebih baik daripada kelompok lain. Terapi ini dilakukan dengan melatih mereka untuk menghadapi banyak tekanan, antara lain dengan berbicara di depan umum. "Rupanya pengobatan tingkah laku memberi keuntungan tambahan bagi penderita penyakit jantung," ujar James Blumenthal yang memimpin penelitian itu.
Dampak Baru Penyakit Anemia
Hati-hatilah para ibu yang menderita anemia. Penyakit ini tak sekadar membuat penderita sering pusing, muka pucat, dan lesu. Ternyata anemia juga membawa dampak yang lebih jauh: merusak hubungan antara si ibu dan bayinya.
Kesimpulan itu didasarkan atas hasil penelitian sejumlah ahli kesehatan dari Pennsylvania, Amerika Serikat, yang disiarkan baru-baru ini. Mereka meneliti 95 wanita Afrika Selatan yang melahirkan. Hasilnya, para wanita penderita anemia secara emosional kurang bisa menjaga bayinya. "Anemia merusak fondasi kuat yang telah ada dalam interaksi antara ibu dan bayi yang sehat," kata Dr Laura Murray-Kolb, seorang peneliti.
Penyakit anemia, atau biasa disebut kurang darah, ditandai dengan berkurangnya sel darah merah karena menurunnya kadar hemoglobin dalam darah. Untuk membentuk hemoglobin, amat diperlukan adanya zat besi dalam tubuh manusia. Nah, wanita hamil sering kekurangan zat besi karena suplai zat besi dialihkan ke janin untuk pembentukan sel darah merah si bayi.
Mungkin karena badannya menjadi lesu dan kurang konsentrasi, dalam penelitian itu terungkap, si ibu yang penderita anemia cenderung mengabaikan bayinya. Dia juga sering bosan dan suka memotong permainan si kecil pada saat yang tidak tepat.
(BBC, AFP)
|