|
Menteri Perdagangan Rachmat Saleh membuat kejutan pada bulan puasa ketika itu. Ia mengganti secara mendadak dua direktur jenderalnya. Hal yang pertama kali dilakukannya sejak menjabat menteri pada 1983. Dua pejabat eselon I yang dilantik itu adalah Bakir Hasan, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, dan Kumhal Djamil sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri.
Pergantian mendadak itu menimbulkan pertanyaan. Kalangan pengusaha menilai tindakan sang menteri sebuah taruhan besar, karena pergantian itu dilakukan pada saat ekspor nonmigas cenderung merosot dan kurs mata uang yen Jepang serta mark Jerman bergejolak.
Rachmat tidak mengaitkan pergantian kedua "tangan kanan"-nya itu dengan berita tentang adanya ketidakberesan di lingkungan departemennya. "Tidak ada apa-apa. Kita kan selalu mau ada perbaikan dan penyempurnaan untuk meningkatkan pendapatan dari ekspor nonmigas," ujarnya.
Dua orang yang dilantik itu memang bukan berasal dari kalangan dalam Departemen Perdagangan. Mereka dikenal sebagai "orang Sekneg". Tapi Rachmat beralasan. "Lho, menterinya saja juga datang dari luar, bukan berasal dari Departemen Perdagangan," ujarnya. Ihwal pejabat dari luar, kata dia, bukan hal istimewa. Sebab, pemerintah selalu berpedoman mencari orang yang tepat untuk mencapai target yang ditetapkan.
Soal pedoman mencari orang yang "tepat" kini juga sedang jadi isu gencar pada masa sekarang ini. Kini para pejabat yang akan duduk di jajaran eselon I di departemen dan kantor kementerian akan melalui tahap penilaian.
Namun, sudah hampir setengah tahun memerintah, tim penilai masih terus menggodoknya.
|